Monthly Archives for January 2008

17 ribu per hari, Is it enough for Living?

Malam tadi, setelah seharian duduk dan konsentrasi dalam kelas untuk mengikuti training, gw memutuskan untuk relaksasi dengan aromatheraphy massage di kamar hotel gw, Hotel Topas – Pasteur di Bandung.

Therapist yang dateng, gw lupa namanya siapa, sangat ahli dalam memijat. Semua badan gw (kecuali tempat2 tertentu, he3x) ga luput dari pijatannya. Well, selama dipijat seperti biasa gw selalu mengajak ngobrol therapist itu. Oia, dia seorang wanita 27 tahun, sudah bersuami dan mempunyai satu orang anak berumur 8 tahun.

“Sudah lama mba kerja di sini?” gw coba memulai obrolan kami malam itu

Dia jawab “ baru setahun mas.”

Trus gw tanya lagi “belajar pijat dimana mba? Soalnya enak banget pijatannya”

Dia bilang “aku emang udah lama jadi therapist sebelumnya, tapi pas gabung di hotel ini aku di training lagi sama yang punya massage centre di hotel ini. Otot2 mas pada tegang lho, mungkin kecapean ya seharian?”

Gw jawab “iya nih mba, seharian saya duduk di kursi. Aku lagi ikutan training selama 13 hari” Ngomong2 banyak tamu di hotel ini yang order pijat mba?”

Dia bilang lagi “awal tahun ini lagi sepi mas, paling sehari cuma ada 4 sampai 5 order. Padahal pemijat kami cuma ada 5 orang, 4 cewe dan 1 cowo. Jadi gantian deh buat mijat tamunya. Tapi kalo lagi rame ya bisa 8 – 10 order. Tapi selama ini rata – rata setiap orang bisa dapet 20 – 30 order per bulannya“

Gw bilang “wah, sedikit amat ya mba. Boleh tau berapa yang bisa mba dapet dari setiap order?”

Dia jawab “untuk pijat aromatheraphy seharga 90 ribu, saya Cuma dapet 17 ribu mas!”

Gw tanya” Hm, cukup mba uang segitu buat kebutuhan sehari – hari?”

Dia bilang “ yah, alhamdulillah sih cukup mas. Rezeki sih ada aja, kalo tamunya baik kami suka dikasih tips sama mereka. Kalo aku sih percaya rezeki udah ada yg ngatur”

Wow, kalo gw itung – itung kalo misalnya apes – apesnya dia cuma dapet 1 order perhari untuk massage selama 1 jam, tamunya pelit dan ngga ngasih tips sama sekali. Dia cuma dapet 17 ribu x 30 hari = 510 ribu per bulan. Padahal dia bilang itu ga termasuk transport dari rumah kontrakannya ke hotel ini. Hm, gw langsung berpikir keras bagaimana dia bisa hidup dengan uang sebanyak itu ya?

Sekali lagi, ternyata Tuhan mengingatkan gw untuk selalu terus bersyukur. Walau kadang dengan cara yang sama sekali ngga kita duga.

Dear God, thanx for always remind me ya :)

Hari Ketiga di Bandung..

Hari ini adalah hari ketiga gw diBandung, kebetulan perusahaan gw bekerjasama dengan satu perusahaan di Singapore, KBA Associates dan satu lembaga akreditasi personal dari Inggris, NEBOSH, menyelenggarakan training NEBOSH International General Certificates in Occupational Safety and Safety Course selama 12 hari training + 1 hari ujian. Training NEBOSH International General Certificates in Occupational Safety and Safety Course sangat well recognized all over the world karena reputasi yang dimiliki. Dan kebetulan sekarang, untuk pertama kalinya training tsb kami selenggarakan di Indonesia. Karena selama ini, perusahaan di Indonesia yang berminat mengikuti training tsb harus dateng ke Malaysia atau Singapore.Training NEBOSH International General Certificates in Occupational Safety and Safety Course diikuti oleh berbagai perusahaan yang semuanya adalah perusahaan multinasional yang bergerak di oil & gas, shipping dll. Bahkan ada satu perusahaan dari India yang ikut training kali ini. Harga pelatihannya kalo dirupiahkan adalah sebesar 32 juta/orang, so tentu hanya perusahaan besar dan punya komitmen safety yang tinggi yang bisa mengirimkan delegasinya. Sekarang ini, perusahaan gw berperan hanya sebagai local partner. But someday, maybe in next year gw akan coba apply untuk menjadi training centre pertama yang mendapatkan akreditasi dari NEBOSH untuk menyelenggarakan training tsb di Indonesia, amin. Dan gw disini, selain ingin make sure kalo segala sesuatunya running well, gw juga pengen ikut training tsb for free. Tapi kali ini gw belom apply dulu buat ikut ujiannya.

Training NEBOSH International General Certificates in Occupational Safety and Safety Course berjalan sangat padat, setiap hari kami mulai jam 8 dan selesai jam 18.00. So, 3 hari ini gw ga sempat kemana – mana, karena begitu balik ke hotel badan dah cape dan ngantuk selain masih ada PR yang harus dikerjakan. Oia, Training NEBOSH International General Certificates in Occupational Safety and Safety Course itu sendiri diselenggarakan di Hotel Grand Aquilla, Pasteur. Sedangkan selama di Bandung gw nginap di Hotel Topas juga didaerah Pasteur. Hotelnya sangat nyaman dan very homy. Kalo elo suka tinggal di hotel yang homy, I recommended elo stay di hotel ini. Kelasnya bintang 3, ga terlalu mahal. Rate permalamnya mulai dari 400ribuan.

Well Guys, wish me luck everything will be ok ya!

No Love Just Sex..

Kemarin, ketika gw bersantai di hotel setelah seharian training. Teman gw yang berdomisili di Bandung datang untuk sekedar ngobrol dan bernostalgia. Karena sudah lama juga kami ngga bertemu, so banyak hal yang jadi topik obrolan kami malam itu. Salah satunya tentu masalah pasangan, sesuatu yang mungkin menjadi bahan obrolan wajib diantara sesama single guy in his twenty something.

Actually temen gw itu punya pasangan tetap=pacar, but shockingly is when he told me that their partnership is just sex and no love.

Gw Tanya ke dia “ How come, elo bisa having sex sama pasangan elo tapi without love at all?”

Dia jawab “well, kami happy dengan hubungan kami sekarang, walau kami sama – sama menyadari bahwa kami cuma sekedar tertarik physically, ngga lebih!

“Ndra, so many hookers outside. They just have sex and they will not giving their love.” Yang mereka cari kan cuma uang, right?”

Trus gw jawab lagi “ Iya, tapi kan pasangan elo yg sekarang bukan someone like that kan?”

Dia bilang “Yup, but we need sex as well as we need eat!” And I’m not ready yet to love somebody and making a commitment”

Hm, tipikal hubungan antar pasangan yang banyak terjadi sekarang ini I guess. Well, gw bisa mengerti bagaimana kebutuhan akan sex yang seperti kebutuhan biologis lainnya seperti makan dll. Apalagi ketika kita berada di kondisi yang tempting a lot. Tapi gw ga pernah bisa memahami kok bisa ya seseorang memutuskan having sex with somebody that she/he doesn’t love? Bukankah having sex itu adalah salah satu bentuk ekspresi cinta kita ke pasangan?

Trus apa solusinya buat teman2 yang berpikir we will get our sex just only after our marriage?

Menurut gw, cuma ada dua hal: masturbate or ayo cepetan nikah! (sekalian nyindir diri sendiri, he3x)