Sudahkah membuat resolusi 2010 secara tertulis?

Tung Desem Waringin, salah satu motivator favorit saya pernah menyampaikan di seminarnya bahwa PENTING supaya kita selalu mempunya visi, misi, goal, dream yang tertulis. Kenapa musti tertulis? Karena dengan tertulis itulah alam bawah sadar kita akan terus menerus mengingat impian yg ingin kita capai. Dan ternyata ketika saya baca buku Financial Revolutionnya TDW, orang yang mempunyai impian tertulis itulah yang akan menjadi orang sukses. Dan itu menurut survey loh.

Well, i want to share pengalaman saya selama ini. Dua tahun terakhir, saya selalu menulis resolusi2 setiap menyambut tahun baru secara tertulis. Selain saya juga mempunyai impian hidup yang saya rangkum dalam 101 things to do before I die. Dan Alhamdulillah sebagian besar resolusi saya itu terwujud. Contoh resolusi saya misalnya ketika di akhir tahun 2007, saya menulis saya ingin supaya perusahaan saya bisa mendapatkan omzet sebesar …… (rahasia  hehe) dan eh ternyata terwujud, pun di akhir tahun 2008 saya menulis resolusi omset perusahaan saya adalah sebesar ….. dan alhamdulillah terwujud, malah melebihi angka yang saya tulis . Selain itu ada beberapa resolusi  2008 lainnya yang terwujud di tahun 2009 ini, seperti misalnya saya bisa lanjut kuliah S2, traveling  ke beberapa negara dll dll. Alhamdulillah :)

Continue Reading »

Nikmati saja semua prosesnya..

Well, I’ve been in this business for almost 5 years. Quite a lot time huh? Banyak suka duka yang saya alami selama saya di Jakarta dan teman saya di Surabaya merintis bisnis ini. Awalnya saya merintis perusahaan ini dengan berdarah - darah, karena kami memulai bisnis ini hanya bermodalkan tekad yang kuat, motivasi yang tinggi, koneksitas berkat jaringan yang kami bangun serta tentu wawasan tentang dunia yang kami geluti ini. Modal uang? Nyaris ga ada, saya di Jakarta hanya bermodalkan 50 ribu yang cukup untuk membeli stempel perusahaan dan kartu nama. Berkantor di kamar di rumah dinas orang tua saya di Puspiptek, Komputer milik sendiri sejak jaman kuliah ditambah akses internet gratisan (thanks to Puspiptek atas kebaikannya hehe). *Ini untuk mematahkan paradigma bahwa setiap usaha itu butuh modal finansial.

Dulu, waktu pertama kali semua pekerjaan saya yang mengerjakan. Dari mulai mencari klien, menyiapkan pelaksanaan training sampai menagih pembayaran. You can Imagine, i’m the owner, branch manager Jakarta (waktu itu), sekaligus juga sales, finance merangkap operasional hehe. Kalo ada training yang harus di organize, saya musti bangun pagi2 buta untuk bisa berangkat ke tempat pelaksanaan di satu hotel di Jakarta Barat, secara rumah orang tua saya di daerah Serpong. Kemudian ketika mulai punya uang, saya mulai merekrut karyawan. Mulai dari satu orang yang bantu saya dalam segala hal, kemudian sedikit2 bertambah sesuai kebutuhannya.

Continue Reading »

Traveling dengan biaya minimal

Tanggal 11 sd 15 November ini, ada kehebohan yang sangat ketika AirAsia membuat promo tiket 0 rupiah ke beberapa rute penerbangannya. Kehebohan yang sanggup membuat traffic website AirAsia menjadi sangat tinggi dan kemudian mengakibatkan website tersebut lambat dan susah diakses. Yeah, setelah rela begadang di beberapa malam, akhirnya gw dapet juga tiket gratis ( 0 ) rupiah ke Manila dan phuket. Bener2 tiket gratis, karena yg kita bayar hanya airport tax nya aja. Gosh, AirAsia emang top banget!

Well, talking about traveling. Beberapa temen saya sempat bertanya ttg biaya yang musti dikeluarkan ketika harus traveling. Beberapa teman saya malah menyangka saya mengeluarkan uang sangat banyak buat bisa traveling ke Luar Negeri. Hm, I said traveling itu bisa murah atau mahal tergantung gaya hidup yang kita pilih selama jalan2 disana. Mau gaya backpaker atau tourist ? So, mari kita lihat budget yang mau kita keluarin. Menurut saya komponen terbesar dalam traveling adalah tiket pesawat, akomodasi dan transportasi di tempat tujuan. So, kalo kita merencanakan perjalanan jauh2 hari dengan menggunakan budget airline, tentu budget buat tiket pesawat jadi minimal kan? Atau dengan strategi dengan tidak menggunakan pesawat direct ke Negara tujuan. Saya kasih contoh, kalo kita mau ke Hongkong dengan menggunakan Air Asia misalnya kita bisa melalui rute: JKT - transit di KL - lanjut ke Macau trus nyebrang naik ferry ke Hongkong. Tentu itu jauh lebih hemat daripada kita langsung dari JKT ke Hongkong misalnya. Well, budget airline bukan hanya AirAsia yah, masih ada budget Airline lain yang melayani rute JKT misalnya Tiger Airways, Value Air, Jet Star, Viva Macau dll. Bisa dilihat listnya di http://www.budgetairlineguide.com. Yang perlu diingat dalam memilih budget airline adalah dengan melihat komitmennya terhadap Safety (cek apakah airline tsb pernah mengalami kecelakaan penerbangan), trus kemudahannya dalam online booking. Saya pernah menggunakan Budget airline seperti AirAsia tentunya, kemudian Tiger Airways dgn Rute Singapore - Jakarta dan Viva macau dgn rute Macau - JKT. Dan semuanya comfortable buat saya, really.

Continue Reading »