Well, I’ve been in this business for almost 5 years. Quite a lot time huh? Banyak suka duka yang saya alami selama saya di Jakarta dan teman saya di Surabaya merintis bisnis ini. Awalnya saya merintis perusahaan ini dengan berdarah - darah, karena kami memulai bisnis ini hanya bermodalkan tekad yang kuat, motivasi yang tinggi, koneksitas berkat jaringan yang kami bangun serta tentu wawasan tentang dunia yang kami geluti ini. Modal uang? Nyaris ga ada, saya di Jakarta hanya bermodalkan 50 ribu yang cukup untuk membeli stempel perusahaan dan kartu nama. Berkantor di kamar di rumah dinas orang tua saya di Puspiptek, Komputer milik sendiri sejak jaman kuliah ditambah akses internet gratisan (thanks to Puspiptek atas kebaikannya hehe). *Ini untuk mematahkan paradigma bahwa setiap usaha itu butuh modal finansial.
Dulu, waktu pertama kali semua pekerjaan saya yang mengerjakan. Dari mulai mencari klien, menyiapkan pelaksanaan training sampai menagih pembayaran. You can Imagine, i’m the owner, branch manager Jakarta (waktu itu), sekaligus juga sales, finance merangkap operasional hehe. Kalo ada training yang harus di organize, saya musti bangun pagi2 buta untuk bisa berangkat ke tempat pelaksanaan di satu hotel di Jakarta Barat, secara rumah orang tua saya di daerah Serpong. Kemudian ketika mulai punya uang, saya mulai merekrut karyawan. Mulai dari satu orang yang bantu saya dalam segala hal, kemudian sedikit2 bertambah sesuai kebutuhannya.


















