Home » Thoughts

17 ribu per hari, Is it enough for Living?

Malam tadi, setelah seharian duduk dan konsentrasi dalam kelas untuk mengikuti training, gw memutuskan untuk relaksasi dengan aromatheraphy massage di kamar hotel gw, Hotel Topas – Pasteur di Bandung.

Therapist yang dateng, gw lupa namanya siapa, sangat ahli dalam memijat. Semua badan gw (kecuali tempat2 tertentu, he3x) ga luput dari pijatannya. Well, selama dipijat seperti biasa gw selalu mengajak ngobrol therapist itu. Oia, dia seorang wanita 27 tahun, sudah bersuami dan mempunyai satu orang anak berumur 8 tahun.

“Sudah lama mba kerja di sini?” gw coba memulai obrolan kami malam itu

Dia jawab “ baru setahun mas.”

Trus gw tanya lagi “belajar pijat dimana mba? Soalnya enak banget pijatannya”

Dia bilang “aku emang udah lama jadi therapist sebelumnya, tapi pas gabung di hotel ini aku di training lagi sama yang punya massage centre di hotel ini. Otot2 mas pada tegang lho, mungkin kecapean ya seharian?”

Gw jawab “iya nih mba, seharian saya duduk di kursi. Aku lagi ikutan training selama 13 hari” Ngomong2 banyak tamu di hotel ini yang order pijat mba?”

Dia bilang lagi “awal tahun ini lagi sepi mas, paling sehari cuma ada 4 sampai 5 order. Padahal pemijat kami cuma ada 5 orang, 4 cewe dan 1 cowo. Jadi gantian deh buat mijat tamunya. Tapi kalo lagi rame ya bisa 8 – 10 order. Tapi selama ini rata – rata setiap orang bisa dapet 20 – 30 order per bulannya“

Gw bilang “wah, sedikit amat ya mba. Boleh tau berapa yang bisa mba dapet dari setiap order?”

Dia jawab “untuk pijat aromatheraphy seharga 90 ribu, saya Cuma dapet 17 ribu mas!”

Gw tanya” Hm, cukup mba uang segitu buat kebutuhan sehari – hari?”

Dia bilang “ yah, alhamdulillah sih cukup mas. Rezeki sih ada aja, kalo tamunya baik kami suka dikasih tips sama mereka. Kalo aku sih percaya rezeki udah ada yg ngatur”

Wow, kalo gw itung – itung kalo misalnya apes – apesnya dia cuma dapet 1 order perhari untuk massage selama 1 jam, tamunya pelit dan ngga ngasih tips sama sekali. Dia cuma dapet 17 ribu x 30 hari = 510 ribu per bulan. Padahal dia bilang itu ga termasuk transport dari rumah kontrakannya ke hotel ini. Hm, gw langsung berpikir keras bagaimana dia bisa hidup dengan uang sebanyak itu ya?

Sekali lagi, ternyata Tuhan mengingatkan gw untuk selalu terus bersyukur. Walau kadang dengan cara yang sama sekali ngga kita duga.

Dear God, thanx for always remind me ya :)

Popularity: 1% [?]

Share/Bookmark this!

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by indrakurniadi on January 30, 2008 at 10:17 am and filed under Thoughts category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Tulisan Terbaru

Komentar Pengunjung

Categories

Arsip Tulisan Lama

Find me on Facebook

Follow me

twitter_indrakurniadi

Me vs the World

mejeng di view pointDSC06170mejeng bareng obamamejeng di senado square

Indra Kurniadi is

Proud to be an entrepreneur, a blogger,traveler and football addict :) Yeaaah