Monthly Archives for April 2009

Lonely Feeling

Beberapa saat yang lalu ada seorang teman yang mengajak saya untuk ikut join di perusahaan yang dia kelola. Well, ketika tau bahwa bidang perusahaan itu berbeda dengan perusahaan yang sedang saya jalanin then I said yes. Sy curious ketika tau bahwa perusahaan yang dia kelola itu sebetulnya punya potensi untuk berkembang, bagaimana tidak, belum apa2 aja udah ada investor yang berani nyuntik dana sampai 250 juta buat satu bisnis yang belum proven *bandingkan dengan perusahaan kami skr yang dibangun cuma dengan modal dengkul hehe. Mustinya dengan modal segitu, lari perusahaan itu akan lebih cepat. Walaupun memang, modal finansial bukan segala - galanya.

Continue Reading »

Kumis Tipis

Ketika pertama kali saya bertemu si cantik ini dan menyadari ada sebaris bulu2 tipis diatas bibirnya itu, sejak itu pulalah saya mempunyai panggilan sayang khusus buat dia “sikumis tipis” hehe. Satu panggilan sayang yang sudah menjadi trademark dan juga digunakan teman2 saya untuk menyebut dia. Yah, pengaruh dari status2 di facebook yang cukup banyak menyebut 2 kata itu hehe

Kumis tipisku yang cantik, I love you so much..

PS: Untung kumis kamu ngga tebel ya sayang, kalo tebel nanti mirip Rano karno, Fauzi bowo atau Adam suaminya Inul kaan hehehe. Muuuah!

Dari Workshop Inspiratif Jamil Azzaini

Hari sabtu lalu, saya mengikuti workshop inspiratif 2009 yang disampaikan oleh Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia suatu visi untuk hidup sukses yang tidak hanya untuk mencari materi semata, tapi bagaimana dengan kesuksesan yang kita dapat itu bisa bermanfaat bagi orang lain.

Pak Jamil memang inspirator yang hebat, dengan bekal pengalaman hidup di masa lalu yang berangkat dari satu keluarga termiskin no 2 di kampungnya, yang makan aja sulit, kesekolah harus pulang pergi sejauh 40 an km, dan harus dinistakan orang terkaya di kampungnya ketika mencari pinjaman uang untuk biaya masuk IPB, kampus untuk mewujudkan cita - citanya sejak kecil yaitu menjadi insinyur pertanian - beliau mampu mengharu biru emosi peserta workshop. Tidak terasa, ada beberapa bulir air mata yang jatuh ke pipi ketika beliau menceritakan pengalamannya itu. Tapi tidak hanya itu, pak Jamil mampu membangkitkan motivasi setiap peserta workshop siang itu.

Continue Reading »