Monthly Archives for May 2008

Yay, I’m Going to Bali..

Finally, rencana liburan gw terealisir juga. Malam ini gw akan berangkat ke Bali untuk berlibur sampai tanggal 10 Juni. Gw berangkat sama 2 adik gw, tapi mereka akan pulang hari selasa/3 Juni. Selama di Bali kami akan nginap di rumah om Iwan di Nusa Dua Bali. Well, this is my 4th vacation to Bali. Tapi secara Bali itu pulau Dewata, gw ngga pernah ngerasa bosan. Semua hal yang gw cari untuk berlibur ada di Bali. Pantai yang indah, alam yang mempesona, kebudayaan yang ngga ada duanya, dan wanita bali yang eksotis (wajah manis, kulit coklat dan tubuh yang indah). Ditambah lagi kans untuk flirting sama cewe bule selama gw disana, he3x

Selama gw di bali nanti, gw akan menjelajahi bali selatan pergi ke pantai - pantai yang sepi dan eksotis untuk surfing, maen aer, atau sekedar menenangkan diri dan pikiran. Dan juga menjelajahi Bali tengah, untuk berwisata ke tempat2 budaya disana.

Bali, i’m coming..

It’s about passion, it’s about commitment

Menurut gw, menjadi seorang entrepreneur setidaknya harus mempunyai dua hal ini, passion dan commitment. Yaitu mempunyai passion yang besar terhadap bidang yang sedang dan akan kita tekuni dan commitment terhadap tujuan yang ingin kita capai. Dua hal itu akan menjadi fondasi kita ketika kita merintis satu usaha. Kenapa? Yah karena dengan kedua hal tadi kita akan selalu punya alasan kuat untuk tidak pernah goyah dalam menghadapi setiap rintangan.


Salah satu hambatan yang muncul ketika kita memilih menjadi seorang entrepreneur adalah hambatan mental yang biasanya muncul akibat adanya response negatif dari lingkungan sekitar. Seperti misalnya: “Wah, ngapain jadi entrepreneur? ngga takut bangkrut ?”. Atau ungkapan2 sinis yang meragukan kemampuan kita. Dan believe me, kadang hal itu bisa mempengaruhi mental kita loh. Bener kata orang, “musuh terbesar” kita ketika kita memutuskan menjadi entrepreneur adalah diri kita sendiri dan lingkungan sekitar. Dan itu yang gw alamin dari sejak gw memutuskan menjadi entrepreneur bahkan sampai saat ini. Tapi gw memutuskan untuk ngga peduli, sabodo teuing dan anggap itu angin lalu. Ngga penting untuk mendengarkan omongan2 seperti itu.

Gw suka sama satu cerita ini:

Alkisah ada 4 orang anak yang ikutan lomba panjat pinang di acara tujuh belasan. Dan ketika ke 4 anak itu mulai memanjat, banyak orang lain yang bersorak sambil mencemooh dan meragukan kemampuan mereka. Cemoohan itu begitu hebatnya hingga membuat 3 orang anak akhirnya gugur dan menyerah. Tapi ada seorang anak yang terus memanjat, sampai akhirnya bisa mencapai puncak. Dan akhirnya orang tau kalo ternyata anak itu tuli jadi selama memanjat dia ngga mendengar ungkapan2 negatif serta sorak - sorai dan cemoohan orang lain. Dia komitmen sama tujuan akhir dan ternyata dia bisa !


Moral cerita, sometimes kita harus “tuli” terhadap semua omongan negatif dari lingkungan kita. Bisnis itu kaya kita belajar naik sepeda, kita pasti akan jatuh bangun sampai akhirnya kita benar – benar bisa mengendarai sepeda itu. Mustahil ada anak yang belajar sepeda dan langsung bisa saat itu juga.

Well, pecundang adalah orang yang setelah jatuh ngga akan pernah bisa bangkit lagi hingga kemudian menyerah dan pemenang adalah orang yang setelah “jatuh”, dia belajar dan ngga pernah menyerah untuk bisa bangkit kembali.

Another Business, Another Opportunity

Siang tadi, gw ketemu sama Rifky dan Bart di Bintaro. Well, setelah sekian lama terpending, akhirnya kami bisa ketemuan juga. Kami sedang merintis another Online Business dan kami komitmen untuk mewujudkan visi besar kami ini.

Asik loh bisa mempunyai bisnis impian bersama sahabat dekat gw. Yakin dan komitmen pada tujuan akhir, amiin.