Home » Resensi

The Last King of Scotland

Forest Whitaker gives the performance of his life! It’s true

Yeah, definetely this is one of the best movie i ever seen! Sepertinya menonton sekali ngga akan pernah cukup. Banyak hal yang bisa dikenang dari film ini, tentang petualangan seorang dokter muda dari scotland, sampai acting nyaris sempurna dari seorang forest whitaker yang berperan sebagai diktator Uganda yang kejam tapi ternyata menyimpan sense of humour, well ngga heran kalo dia mendapatkan sebuah piala oscar tahun 2006 (it’s worthed lach!)

Well, back to movie. Film ini bercerita tentang seorang dokter muda dari Scotland, Nicholas Garrigan (James McAvoy) yang setelah lulus sebagai dokter segera berangkat ke satu daerah pedalaman di Uganda untuk membaktikan ilmunya. Di saat yang bersamaan, di Uganda sedang terjadi kudeta terhadap pemerintahan yang dipimpin oleh Jendral Idi Amin (Forest Whitaker).

Satu peristiwa membawa Nicholas menjadi seseorang yang sangat dipercaya oleh Idi Amin. Selain karena dia adalah seorang Scottish, sebuah bangsa yang sangat dikagumi oleh Idi Amin karena keberaniannya. Sampai2 dia menyatakan dirinya sebagai ”the last king of Scotland”. Well, awalnya keadaan itu dinikmati oleh Nicholas. Betapa tidak, dia mendapatkan berbagai fasilitas negara dan berbagai hadiah dari Idi Amin. Sampai kemudian, Nicholas akhirnya menyadari bahwa seorang Idi Amin yang telihat begitu generous dan humoris adalah tidak lebih dari seorang diktator yang bengis dan kejam. Ketika Nicholas meminta izin untuk kembali pulang ke Scotlandia, Idi Amin tidak memberikan izin dan memintanya tetap tinggal di Uganda.

Sampai suatu ketika, Nicholas terlibat affair dengan salah satu istri Idi Amin, Kay (pesan moral: kalo mau selingkuh jangan dengan istrinya diktator dong ah! Itu mah namanya bunuh diri, otreh). Dan ngga lama Idi Amin mengatahui hal itu. Ketika Nicholas sedang menerima siksaan akibat perbuatannya itu, disaat yang bersamaan terjadi satu peristiwa pembajakan pesawat Air France oleh para pejuang Palestina, pesawat tersebut dipaksa mendarat di Uganda, suatu hal yang direstui oleh Idi Amin yang bersimpati terhadap perjuangan rakyat Palestina. Tapi kemudian Idi Amin membebaskan para penumpang non Yahudi dan menyiapkan satu pesawat tujuan Paris untuk mereka. Di saat itulah kemudian Nicholas, dengan dibantu seorang dokter Uganda, menyelinap kabur dengan menumpang pesawat tersebut.

Well, dalam sejarah disebutkan bahwa Idi Amin membunuh 300 ribu orang selama dia memerintah. Dan ketika dia dikudeta pada tahun 1979, rakyat Uganda bersuka cita.

What a great movie..

Popularity: 1% [?]

Share/Bookmark this!

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by indrakurniadi on March 25, 2008 at 2:45 pm and filed under Resensi category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Tulisan Terbaru

Komentar Pengunjung

Categories

Arsip Tulisan Lama

Find me on Facebook

Follow me

twitter_indrakurniadi

Me vs the World

mejeng di view pointDSC06170mejeng bareng obamamejeng di senado square

Indra Kurniadi is

Proud to be an entrepreneur, a blogger,traveler and football addict :) Yeaaah