Home » Business, Thoughts

Muda kaya raya, tua (tambah) kaya raya, mati masuk surga

Baru aja pulang dari acara Franchise Expo 2008 di JCC. Banyak info2 bisnis waralaba yang menarik buat gw. Dan ada satu waralaba yang sangat menarik gw untuk ikut bergabung. Tapi let see lah. Anyway, bicara bisnis jadi inget awal mula gw memilih Entrepreneurship sebagai pilihan jalan hidup gw. Perkenalan gw dengan dunia entrepreneurship adalah sejak gw terprovokasi oleh buku “Rich Dad Poor Dad” nya Robert T Kiyosaki. Sebuah buku yang telah menginspirasi banyak orang di dunia ini untuk berpindah kuadran dari kuadran employee atau self employed menjadi kuadran businessman atau investor. Sejak gw baca buku itulah muncul keinginan gw untuk menjadi seorang pengusaha. Waktu itu gw masih berumur 23 tahun dan sedang dalam proses menyelesaikan skripsi gw. Hm, usia yang terhitung telat untuk mulai menyadari bahwa hidup setelah lulus kuliah itu bukan melulu bekerja pada orang lain.

Oleh karena itu lah gw selalu mengagumi orang muda yang usianya jauh dibawah gw tapi sudah berani memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. Sebuah jalan hidup yang “stand out of the crowd”. Ketika banyak orang bercita2 bekerja di perusahaan multinasional dengan gaji dan fasilitas selangit, dia malah memilih mulai dari O untuk meniti jalan menjadi seorang entrepreneur. Fenomena hidup para pebisnis muda yang sukses banyak sekali di negeri kita ini, suatu fakta yang harus disyukuri. Yang fenomenal adalah Hendy Setiono, pemilik jaringan franchise Kebab Turki Babarafi peraih Asia’s best entrepreneur under 25. Dan masih banyak lagi profil anak muda sukses lainnya.

Jadi inget jargon yang diciptakan Joger Bali - produsen t-shirt dengan kata - kata unik yaitu ” muda foya foya, tua kaya raya, mati masuk surga”, wah senang sekali hidup ini ya kalo bisa kaya gitu. Hum, gw ngga begitu cocok dengan kalimat muda foya - foya, rasanya ngga semua orang muda suka foya foya. Dan foya - foya disini identik dengan menghambur - hamburkan uang pemberian orang tua. Gw lebih suka kalo jargon itu diubah menjadi muda kaya raya, tua “tambah” kaya raya dan mati masuk surga. What it is suppose to mean? Hm, ketika elo kaya raya di usia muda karena jerih payah sendiri dan tua tambah kaya raya karena ketrampilan mengelola kekayaan yang di miliki, itulah kenikmatan dunia. Bagaimana ketika kita mati bisa masuk surga? Yah, dengan ibadah dan banyak beramal serta niatkan bahwa menjadi pengusaha itu bukan semata - mata untuk memperkaya diri, tapi bagaimana dengan usaha yang kita miliki itu bisa membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Dan kekayaan yang kita dapet tadi tidak timbul dari hasil menzalimi orang lain, korupsi atau perbuatan tercela lainnya. Insya Allah pasti masuk surga, amiin.

Popularity: 1% [?]

Share/Bookmark this!

One Comment »

  • yunik said:

    Amin

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by indrakurniadi on October 26, 2008 at 1:25 am and filed under Business, Thoughts category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Tulisan Terbaru

Komentar Pengunjung

Categories

Arsip Tulisan Lama

Find me on Facebook

Follow me

twitter_indrakurniadi

Me vs the World

mejeng di view pointDSC06170mejeng bareng obamamejeng di senado square

Indra Kurniadi is

Proud to be an entrepreneur, a blogger,traveler and football addict :) Yeaaah