Well, gw sering discuss ini dengan beberapa teman wanita gw dan pasangan gw. Dari discuss itu gw bisa menarik kesimpulan bahwa menjadi matrealistis itu adalah hal yang mendasar bagi manusia. Bahwa setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang “aman”, terutama dari sisi finansial. Ngga asyik juga kalo ngejalanin hidup yang penuh duka dan derita, trus makan sepiring berdua (bukan yang versi sok romantis), aduh ngga banget deh dan udah ngga jamannya kalee.
So, gw bisa sangat memahami kalo wanita itu matre, asal “matre potensial” yaitu ketika dia tau bahwa laki - laki yang menjadi pilihannya mempunyai potensi, dan motivasi yang luar biasa untuk menjadi sukses dari hasil sendiri (bukan dari hasil orang lain) dan jika wanita itu juga berkontribusi terhadap kesuksesan pasangannya tentu akan menjadi sesuatu yang indah bukan? I believe, behind every great man there’s a great woman.
Buat gw, ketika ada seorang wanita yang mau mempercayakan sisa hidupnya untuk menikah bersama gw, saat itu juga gw akan mengerahkan segala potensi yang ada di tangan dan pikiran gw untuk mengupayakan kebahagiaan buatnya.
Got it?



















