Monthly Archives for December 2007

Selingkuh itu adalah pilihan..

Selingkuh adalah satu kata yang menunjukkan pengkhianatan terhadap komitmen kebersamaan sepasang anak manusia. Satu kata yang sebisa mungkin harus dihindari oleh siapapun yang mengaku setia terhadap pasangannya. Well, selingkuh menurutku adalah pilihan! Salah besar ketika orang mengaku khilaf ketika dengan sadar dia telah berselingkuh. Abis ngerasain enaknya selingkuh, baru deh pas ketauan pasangan “resminya” ngakunya khilaf, how come? Nah dalam perjalanan romantika kehidupan aku bersama para wanita yang beruntung itu (pacar2ku, red) ada waktu dimana aku bersinggungan dengan kata itu. Yah aku pernah diselingkuhi dan menyelingkuhi!This is my confession anyway..
Aku diselingkuhi ketika aku hampir memutuskan dan meyakini dia adalah wanita yang akan aku jadikan istriku kelak. Tapi Tuhan punya rencana lain, someday ketika aku ingin membanggakan dia di acara reuni SMA ku ternyata she’s cheating with my own buddy, can u imagine? Aku dikhianati oleh dua orang terdekat aku waktu itu, pacar dan teman baik. Tuhan memang baik, ketika aku “hampir” proposing her to be my wife, God clearly show me that she’s not the one! Awalnya aku sempat hancur dan deep broken heart, but in the end aku menyadari peristiwa itu memberikan banyak hikmah kepadaku. Yah, ketika kita memilih untuk menyelingkuhi seseorang kita akan tergoda untuk mengorbankan hubungan bahkan dengan teman baik kita sendiri. Go to hell with those! You know what, mantan sahabatku & mantan pacarku itu akhirnya menikah juga, satu hal yang membuatku yakin bahwa ini memang sudah menjadi jalan Tuhan.
Peristiwa itu sangat traumatic buatku karenanya aku bersumpah untuk tidak akan pernah tergoda untuk mengkhianati komitmen dengan pasangan, karena aku tau itu akan sangat menyakitkan. Kenyataannya? Hm, itu lah yang membuatku berpikir selingkuh itu adalah pilihan. Aku pernah berada di posisi dimana aku menyelingkuhi seseorang yang sudah mempunyai seseorang dihatinya, how come? Yah, abis gimana dia cantik sih, he3x Kesempatan pertama adalah karena aku ga pernah tau kalo dia sudah punya pacar, damn! Jelas – jelas aku sudah menunjukkan kalo aku suka dan pedekate ke dia, dan anehnya dia nanggepin juga, sialan juga tuh cewe! Ada juga ya cewe yang punya bakat sebagai buaya darat. Bayangkan selama kami jalan bareng, dia ga pernah menunjukkan tanda – tanda kalo dia sedang “in relationship with somebody” . Pandai banget dia menutupi semuanya. Sampai suatu saat aku mendapatkan informasi yang valid dari temanku kalo dia itu sudah punya pasangan. Dan ketika aku konfirmasikan ke dia, dia mengakui itu dan parahnya lagi dia bilang mau mutusin pacarnya itu demi aku. Hm, satu hal yang semakin membuat aku tidak simpatik dan akhirnya memilih untuk tidak meneruskan hubungan kami itu.
Kesempatan yang kedua adalah ketika someday aku bertemu seseorang yang sangat special menurutku. Awalnya hubungan kami hanya sebatas teman dan memang dia sudah mempunyai “seseorang” di kota lain. Sampai suatu saat kami saling confess kalo diantara kami berdua ternyata ada perasaan yang lebih dari sebatas teman. Sejak itu, kami berkomitmen untuk menjaga hubungan kami untuk tidak melewati “batas” kalo we’re just friend! Tapi semakin kami intens bertemu, berkomunikasi ditambah dengan kenyataan kalo kami saling menyukai dan mengagumi satu sama lain, akhirnya “pertahanan” yang kami bangun selama itu jebol. Hubungan sebatas teman tadi berubah jadi hubungan yang lebih dari sekedar teman. Kami melakukan hal – hal yang biasa dilakukan oleh pasangan yang sedang berpacaran. Sesuatu hal yang sampai sekarang ga bisa aku mengerti, kenapa aku bisa ada di posisi itu. Apakah karena pesonanya yang sedemikian kuat sehingga aku bisa melanggar sumpahku sendiri atau karena memang kesempatan buat kami berdua untuk itu begitu besar? Hubungan kami akhirnya berakhir ketika suatu saat kami seolah “tersadarkan” untuk menghentikan hubungan kami itu. Dan kembali kepada komitmen awal kami sebagai teman dan sahabat, walau jujur itu cukup menyakitkan lah.
Pengalaman2 tadi membuat aku tersadar bahwa selingkuh itu bisa terjadi jika ada kesempatan (dah kaya bang Napi belom?) even buat orang yang mengaku setia pada pasangan. Well, manusiawi memang jika tertarik dengan seseorang yang lebih pintar, lebih cantik atau ada kelebihan lain yang ga ada di pasangan kita sekarang. Tapi sekali lagi no body’s perfect, komitment pada pasangan harusnya tetap bisa kita maintain. Caranya? Ask your self, is she great enough to be yours?

So, masih percaya kalo selingkuh itu karena khilaf? Get real!

She’s too high

Pernah punya pasangan yang high profile? Smart, gorjes dan kelebihan – kelebihan lainnya yang membuat dia ada diatas rata – rata wanita yang lain? Well, aku pernah beberapa kali punya pasangan atau at least ngegebet tipe wanita kaya gitu. Honestly awalnya ga percaya juga kenapa dia milih aku ya, secara begitu banyak kumbang ditaman yang menawarkan berbagai kelebihan yang aku ga punya.

Hm wait! Tapi itu dulu waktu jaman SMP, SMA atau saat kuliah, ketika cinta kita masih idealis. Ketika kita masih berpikiran bahwa cinta sudah cukup untuk bisa mengarungi hidup bersama. Kalo sekarang? Dimana kita sudah bisa berpikir logic dan memandang sesuatu dari berbagai sisi, tentu pertimbangannya jadi lain. It’s ain’t enough, right?

Nah, beberapa waktu yang lalu aku pernah coba “approach” temen lama yang menurutku tipikal cewe masa kini. Smart, sophisticated, hard worker, independent and she’s a succesfull professional. Simply she’s a knock out lah! Sure, she’s “a hundred percent” my type. Until I realized that she’s too high to reach. I thought she deserve more than a guy like me. Dia berhak mendapatkan lelaki yang sepadan dengan keistimewaan yang dia miliki sekarang. Sedangkan aku hanyalah lelaki 27 tahun yang masih berjuang untuk membuktikan bahwa pilihannya untuk menjadi seorang entrepreneur dengan segala resikonya adalah jalan hidupnya. Kenapa aku sebegitu yakinnya kalo she’s too high too reach? Well, sometimes kita bisa mengukur kemampuan diri sendiri dan membandingkannya dengan ekspektasi pasangan atau calon pasangan kita itu. Tapi lain halnya kalo dia bisa menerima apa yang kita punyai sekarang dan malah menjadi inspirasi kita untuk jadi lebih sukses lagi.

So, what’s the point? Kalo kita dianugerahi Tuhan pasangan yang luar biasa istimewa, just take it for granted. Itu mah rezeki namanya, he3x. Tapi kalo kita merasa she’s too high, ya simplenya sih masih banyak bunga di taman. Tuhan pasti sudah punya rencana terbaik untuk hambaNya kan?

Alasan kenapa memberikan uang tip itu sangat bermakna..

Ketika aku ke pergi ke Makassar hari senin minggu lalu, seperti biasa aku menggunakan jasa taxy Blue Bird untuk mengantar aku ke Bandara. Pagi itu, seperti biasa juga aku mengajak ngobrol pak supir yang ternyata mengenaliku karena dia pernah mengantar aku ke Bandara sebelumnya.

Well, pada awalnya obrolan kami kaya obrolan lainnya yang Cuma ngalor – ngidul aja. Sampai akhirnya aku cukup tersentak ketika kami sampai pada perbincangan mengenai pendapatan yg bisa diperoleh seorang supir taxy yang mulai ”narik” dari jam 5 subuh sampai kembali ke pool sekitar jam 1 atau jam 2 pagi. Surprisingly, pendapatannya mereka cuma ada dikisaran limapuluh ribu perak saja perhari. Wow! Can u imagine, bekerja sekian lama ”hanya” mendapat penghasilan sebanyak itu? Terlebih di Blue Bird sistem yang dipakai adalah 2:1 yang berarti 2 hari narik dan 1 hari libur, atau 3:2 dsb. Artinya dalam sebulan tidak setiap hari mereka mendapatkan uang, padahal tentu kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan sekolah anak – anaknya sudah menanti. Sesampai di Bandara, tagihan argo taxy yang ada dikisaran 100 ribu perak, aku lebihkan menjadi 120 ribu perak. Pak Supir senang karena mendapatkan rezeki lebih hari itu sedangkan aku senang karena mendapatkan pelajaran kehidupan yang mahal.

Kenapa uang tip itu bisa jadi sangat bermakna? Katakanlah kita suka memberikan tip kira – kira 10 – 20 ribu kepada supir taxy atau kepada siapapun, misalnya roomboy hotel, pelayan restoran, dll. Ga usah terlalu sering, tapi bisa kita siapkan jika dirasa memang kita perlu mengeluarkannya. Ya kalo dipikir – pikir biaya yang kita keluarkan untuk sekedar kongkow – kongkow di Starbuck dll aja sudah bisa menghabiskan uang 50 – 100 ribuan kan? Nah, dari tip yang kita berikan itu, mereka bisa memberikan uang lebih kepada para istri mereka untuk belanja kebutuhan sehari – hari dan menyekolahkan anak – anak mereka. Nah, dari kelebihan uang tip itu, si istri juga bisa belanja lebih dibanding hari biasa jika pemasukan suaminya lagi seret. Nah, si tukang sayur dimana si istri biasa belanja juga bisa memperoleh omzet penjualan yang lebih besar dari hari biasanya dan begitu seterusnya. Disini bisa kita liat kan efek domino dari sesuatu yang awalnya mungkin kita anggap remeh dan ngga bermakna ternyata bisa juga mempengaruhi perputaran roda ekonomi?

So, jangan pelit – pelit memberikan sebagian kecil dari rezeki yang sudah Allah karuniakan kepada kita. Apa yang sudah kita peroleh saat ini harus kita syukuri supaya bisa manfaatnya ngga hanya bisa dirasakan kita, keluarga kita saja, tapi juga bisa memberikan kebahagiaan bagi banyak orang yang mungkin tidak seberuntung kita, amiin.

Horison – Semarang, 23 Des 2007.