Monthly Archives for November 2007

Satu Jam bersama Wanita Pemijat..

Kelelahan setelah melakukan aktivitas satu hari penuh untuk melakukan training & audit lapangan di salah satu klien di batam membuat badan rasanya pegal dan butuh untuk di relaksasi.

Sejak aku nginap di Novotel Batam, mulai hari Senin 26 November yang lalu, sudah 3 kali aku mendapatkan treatment relaxing aromatheraphy massage. Oops, jangan berpikiran macam2 ya, untuk hotel sekelas Novotel pijat yang diberikan adalah pijat beneran dan bukan pijat plus – plus yang banyak bertebaran di kota batam ini. Pemijatnya benar – benar bisa memijat karena harus ditraining terlebih dahulu, berpakaian & bertingkah laku sopan, dan hanya memijat di bagian – bagian yang memang perlu dipijat, he3x

Well, selama aku dipijat itu aku selalu mengajak ngobrol dengan mereka. Malam pertama aku menginap di Novotel, aku dipijat sama Vivi (damn, kenapa namanya musti sama dengan nama mantanku yg terakhir ya!), malam ke tiga sama Sugi dan malam tadi sama Indri. Ketiganya mempunyai ketrampilan memijat yang ok dan enak di ajak ngobrol. Sambil dipijat itu, mereka juga sambil curhat tentang pengalaman mereka selama menjadi wanita pemijat di Novotel ini. Terutama mengenai kerasnya hidup di Batam dengan hanya bermodalkan gaji setara UMK Batam yg sebesar 800 ribu something! Can u imagine kerja 6 hari dalam seminggu dengan hanya mendapatkan penghasilan seperti itu? Wow, that’s seem so hard for them ya. Tambahan bagi mereka adalah jika mendapatkan tips dari para tamu hotel yang dipijat, tapi itupun tidak seberapa.

Curhat lainnya dari mereka adalah pengalaman mereka dalam menghadapi kenakalan para tamu. Yah you know lah, dalam kondisi berduaan di dalam kamar bersama wanita muda bisa menimbulkan godaan – godaan untuk melakukan aktivitas yang lebih dari sekedar memijat. Pikiran – pikiran mesum dari lelaki yang dari awal memang ingin lebih dari sekedar pijat tentu bisa semakin terstimulasi. Well, mereka cerita berbagai hal tentang itu. Dari tamunya yang mengajak secara halus untuk mendapatkan service lebih, sampai tamu yang memaksa untuk melakukan sexual activity. Bahkan Sugi, pernah hampir diperkosa sama tamunya dan tamunya baru berhenti ketika dia menangis dan mengancam untuk teriak.

Selesai dipijat, badan rasanya rileks sekali. Kelelahan selama seharian penuh beraktivitas seperti tidak berbekas. Untuk pijat seharga 190 ribu per jam, yang berarti berlipat – lipat dari uang yang harus aku keluarkan kalo di pijat sama si mbo langgananku di rumah, sangat worthed lah. Setelah berendam di bath tub sambil merenung – renung selama 30 menit, aku sudah siap untuk tidur dengan pulas. Zzz…zzz

Batam, 30 Nov 2007

Batam is Tempting City

Apa yang ada di benak seseorang ketika mendengar nama Batam? Kota Industri, Kota Belanja, Judi (sebelum dilarang pemko) dan tentu saja Sex. Yup, batam sangat terkenal dengan industri prostitusinya itu. Posisi yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapore membuat industri ini tumbuh subur di Batam. Well, untuk seorang pria muda, twenty something, yang sendirian melalui malam – malam panjang di Batam tentu menjadi satu godaan sendiri ya, he3x.

Godaan itu muncul sejak aku menginjakkan kaki di kota batam ini. Ketika hari kedua aku menjemput partnerku dari Novotel ke bandara Hang Nadim, supir taxy sudah secara halus menawarkan untuk mencarikan aku teman bobo ketika tau aku sendirian menginap di batam ini. Hm, no wonder lah karena kabarnya mereka mendapatkan bagian juga dari para mucikari untuk setiap tamu yang di bawa.

Godaan lain muncul ketika aku, baik itu sendirian maupun bersama kawan jalan ke Nagoya untuk makan ataupun sekedar jalan – jalan. Nagoya Entertainment District tentu sudah sangat terkenal bagi para pencinta kehidupan malam di Batam. Pub, Karaoke, Massage & Sauna bertebaran di mana – mana. Dan you know what, kabarnya dengan hanya bermodalkan uang 150 ribu perak sudah bisa mendapatkan short time services ditempat dan untuk 300 ribu perak sudah bisa mendapatkan teman bobo semalaman penuh sampai besok pagi. Aargh !

Honestly, even godaan itu begitu besar buatku tapi ada satu hal yang membuatku tetap tidak tergoda, yaitu kalimat yang ingin aku ucapkan pada istriku pada malam pertama setelah kami menikah nanti ‘hey baby you’re lucky, I’m virgin !’

Batam, November 30 2007

War Declare to Breast Cancer, a tribute for My Mom

Iseng – iseng ngebrowse internet sampai tidak sengaja aku menemukan satu artikel tentang breast cancer. Well, bicara tentang breast cancer jadi mengingatkan satu peristiwa yang terjadi hampir 10 tahun yang lalu.

Malam itu, sepulang mama dan papap dari Rumah Sakit Fatmawati untuk check sakit yang sedang mama rasakan, mama mengumpulkan kami bertiga anak – anaknya. Aku masih ingat banget ketika dengan suara parau menahan tangis mama memberitahu kami bertiga kalo mama mengidap breast cancer stadium III. Ternyata sakit yang selama ini mama rasakan itu adalah akibat dari cancer keparat itu. Dengan suara parau menahan tangis, mama meminta kami semua tabah dalam menghadapi cobaan ini. Mama butuh support dari kami semua supaya mama bisa tenang dalam menghadapi rangkaian pengobatan yang harus dia jalani.

Ngga lama setelah itu, Mama & Papap mengurus semua berkas – berkas yang dibutuhkan supaya mama bisa mendapatkan pertolongan segera dengan memanfaatkan fasilitas ASKES papap yang seorang PNS. Thanks God kalo sakit mama itu bisa terdeteksi lebih dini. Karena kalo sudah memasuki stadium IV, biasanya sudah tidak bisa tertolong lagi.

Hari itu, ketika mama akhirnya harus dioperasi, aku masih ingat sekali ketika itu karena kami semua begitu tegang selama mama menjalani operasi. Waktu terasa begitu lambat. Kami semua berdoa dalam sunyi memohon supaya wanita yang mulia ini diberikan kekuatan supaya bisa melewati operasi ini dengan selamat. Memohon kepada Allah supaya mama bisa diberi kesempatan untuk mendampingi papap selama mungkin dan bisa melihat kami, anak – anaknya, beranjak dewasa dan memberikan kebanggaan bagi mereka.

Tidak lama setelah operasi selesai, terlihat para suster membawa tubuh mama yang dibalut dengan kain putih keluar dari ruang operasi untuk kembali ke ruangan tempat mama dirawat. Aku masih ingat sekali secara detail saat itu. I was so shocked and for the first time in my adult life i cried. Ada perasaan sedih yang amat sangat ketika melihat kondisi wanita yang paling aku cintai di dunia ini. Jika memang dimungkinkan, ingin rasanya aku menukar tempat mama waktu itu dengan tubuhku supaya mama tidak usah melewati penderitaan itu.

Syukur Alhamdulillah satu fase dari proses penyembuhan mama telah berhasil dilewati. Tapi mama tetap harus menyiapkan mental & fisiknya untuk menghadapi fase selanjutnya. Fase yang sangat berat, yaitu kemotheraphy. Yaitu suatu proses penyembuhan penyakit kanker untuk membunuh sisa – sisa sel kanker yang munkin masih ada dalam tubuh. Intensitas kemotheraphy itu dilakukan sesuai rekomendasi dokter dan dijalani dalam 6 – 12 kali theraphy. Aku ingat sekali saat itu, karena akulah yang waktu itu mengantar mama untuk menjalani proses kemotheraphy di Rumah Sakit Pertamina Pusat. Karena kami tidak mempunyai mobil, kami berangkat pulang – pergi dengan memakai taxy bahkan beberapa kali menggunakan angkot dan mama tabah sekali. Well, karena obat dan proses penyembuhan penyakit kanker ini membutuhkan biaya yang sangat besar mungkin akhirnya papap harus menghemat pengeluaran keluarga kami supaya mama bisa terus menjalani proses penyembuhannya.

Dampak dari kemotheraphy itu sangat terlihat pada mama, tubuh mama yang mungil itu menjadi sangat kurus ditambah kerontokan rambut akibat radiasi & panas dari kemotherapy tsb. Masa – masa itu adalah masa yang paling berat bagi keluarga kami. Sakitnya mama yang terjadi ngga lama setelah kesembuhan papap dari penyakit stroke. Ditambah aku yang baru masuk kuliah, de Irma yang kelas III SMA dan de Irna yang baru SMP kelas III yang tentu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Syukur alhamdulillah kami tetap bisa kuliah dan sekolah ditengah – tengah kondisi keuangan keluarga kami yang terfokus pada proses penyembuhan mama yang membutuhkan biaya yang sangat besar.

Setelah proses kemotheraphy itu selesai, alhamdulillah mama dinyatakan sembuh dari penyakit kanker itu. Sesuatu yang sangat kami syukuri. Dengan konsisten untuk terus menjalani proses pengobatan ditambah support & motivasi yang diberikan oleh orang - orang terdekat, penyakit kanker bisa disembuhkan.

So, buat pembaca blogku yang berjenis kelamin wanita, waspadalah terhadap penyakit yang mematikan ini. Hindari stress dan makanan yang tidak sehat. Jika ada anggota keluarga kita yang pernah menderita kanker, kita harus lebih waspada lagi.

Yuk kita dukung kampanye pencegahan penyakit kanker itu dengan terus menerus memberikan pencerahan kepada siapapun orang yang kita kenal untuk selalu waspada terhadap penyakit kanker. Semoga kita semua senantiasa terlindung dari berbagai penyakit, amin.

Mom..i Love You so much