Home » Family

Lelaki tua itu adalah ayahku..

People says biasanya anak cowo dekat sekali sama Ibunya, sedangkan anak cewe deket banget sama ayahnya. I think it’s happen to me, karena gw ngerasa dekat banget sama mama, kami biasa cerita, bercanda, dan gw bisa bermanja – manja dengannya. Tapi ga tau kenapa sejak gw beranjak remaja hubungan gw sama papap dingin sekali. Tidak seperti hubungan kami sewaktu gw masih duduk di bangku sekolah dasar. Kami ga pernah bisa dekat, bahkan ngobrol pun jarang sekali. Karakter kami berbeda, sifat kami berbeda, kami ga ngeklik sama sekali bahkan ngga jarang kami berkonflik yang biasanya didamaikan oleh mama atau adik – adikku. Disamping ego kami sama – sama besar.

Well, papap adalah seorang pekerja keras dan pria rumahan yang cinta keluarga. Papap adalah pria pertama di keluarga besarnya yang berani mengambil resiko bersekolah di sekolah umum dimana pada saat itu Aki Abong (ayahnya papap yang juga berarti kakek gw) menginginkan semua anak lelakinya bersekolah di pesantren. Papap dengan gagah berani memilih tinggal di Bandung seorang diri sejak SMP dan secara mandiri mencari biaya sendiri untuk membayar biaya sekolahnya dari SMP sampai STM. Sedang waktu itu Aki Abong hanya menanggung biaya hidup selama di Bandung. Oia, desa kelahiran papap terletak di pelosok kecamatan Malangbong-Garut yang ndeso banget. Tekad & motivasi papap untuk sekolah terus berlanjut hingga akhirnya bisa disekolahkan pemerintah ke Jerman selama beberapa tahun. Dan itu pula yang membuat tekad papap dan mama untuk mementingkan pendidikan anaknya diatas apapun juga dan hasilnya alhamdulillah semua anak – anaknya bisa mendapatkan gelar sarjana.

Kembali, gw juga ga pernah bisa mengerti kenapa kami ga bisa ”dekat” layaknya seorang ayah dan anak lelakinya. Sometimes gw pengen banget bisa merasakan kedekatan itu. Seperti halnya kedekatan gw dan mama. Atau kedekatan adik perempuanku dan papap. Well, sudah 2 minggu ini papap sakit dan beberapa kali harus pergi ke dokter. Mungkin faktor usia papap yang tahun ini berumur 60 tahun juga menjadi salah satu faktor kenapa kebugarannya tidak seperti dulu. Jadi semakin menyadari bahwa ayah gw itu sudah semakin menua. Ada satu saat dimana gw merasa takut banget kehilangan dia dan jujur kadang merindukan saat – saat dimana kami serasa dekat sekali.

Well pap, although we couldn’t get along normally, i want to u to know that i love you and i care about you!

Popularity: 1% [?]

Share/Bookmark this!

One Comment »

  • Neta afnie said:

    Aku terharu membacanya… emang bener yach kalo orang tua zaman dulu utk sekolah aja susah… nah zaman skarang, malah pd sekolah seenaknya mereka… pdhal cari uang itu ga gampang…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by indrakurniadi on January 22, 2008 at 4:13 pm and filed under Family category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Tulisan Terbaru

Komentar Pengunjung

Categories

Arsip Tulisan Lama

Find me on Facebook

Follow me

twitter_indrakurniadi

Me vs the World

mejeng di view pointDSC06170mejeng bareng obamamejeng di senado square

Indra Kurniadi is

Proud to be an entrepreneur, a blogger,traveler and football addict :) Yeaaah