Home » Business, Friendship

Friendship in Business, how to deal with it?

Kemarin ketika selesai meeting di salah satu klien di Kemang, gw ngobrol dengan salah seorang konsutan senior di perusahaan gw. Dia cerita kalo dia baru saja di “tipu” oleh teman sekaligus partner bisnisnya. Dia cerita kalo hak yg seharusnya dia terima tidak diberikan secara penuh oleh partnernya itu. Trus gw tanya apa ga ada perjanjian di awal ketika mereka berpartner? He said, karena berawal dari perkawanan dan mereka sudah kenal baik selama puluhan tahun, dia percaya 100 persen ke partnernya itu. Fyuh, melayang deh uang puluhan juta rupiah. (kalo dibeliin cendol, satu kecamatan kebagian semua kali ya)

Gw pun pernah punya pengalaman yg sama, pertama ketika gw berpartner dengan salah satu teman kuliah gw (satu angkatan pula) untuk bersama - sama membuka satu usaha di bidang kuliner. Gw menjadi salah satu investornya dan dia menjadi pengelolanya. Lagi - lagi karena gw begitu percaya dengan dia dan pertemanan diantara kami, hubungan bisnis itu tidak di “tuangkan” dalam satu perjanjian legal diantara kami. Awalnya bisnis kami berjalan lancar - lancar saja, setiap bulan dia memberikan laporan keuangan, perkembangan usaha kami serta profit sharing yang sudah menjadi hak gw. Hal itu berjalan lancar kurang - lebih selama 10 bulan, dan setelah itu aga mulai ga beres. Dan tentu gw coba menanyakan terus perkembangannya, sampai suatu saat ketika gw ngerasa ada hal yang kurang akhirnya gw memutuskan untuk menghentikan kerjasama itu dan berniat menarik semua modal yang sudah gw investasikan, tentu dengan cara yang baik - baik dan kekeluargaan. Tapi janji tinggal janji karena sejak tepat setahun yang lalu ia tidak pernah bisa dikontak sama sekali, menghilang tanpa jejak. Well, yang bikin sakit selain karena uang yg gw investasikan itu benar – benar hasil jerih payah gw selama ini, gw ga pernah menyangka bakal diperlakukan seperti ini oleh teman baik gw sendiri.

Pengalaman yang kedua, baru – baru ini terjadi. Gw kenal orang ini berawal ketika sama – sama aktif di satu organisasi. Kami cepat akrab karena gw ngeliat dia tipe orang yang supel & mudah bergaul. Singkatnya, gw ngajak dia bergabung di perusahaan gw. Tapi ternyata setelah beberapa bulan gabung, belangnya mulai keliatan. Amanat yg gw percayakan dia langgar dan ternyata temen – temen satu organisasi juga pernah ”ditipu” oleh orang ini. Bahkan, uang organisasi kami yg dipakai untuk salah satu kegiatan yang kebetulan diamanatkan kedia jadi ga jelas juntrungannya. Puncaknya, karena kami merasa orang ini sudah ngga bisa lagi ditoleransi, hari selasa yang lalu aku bersama ketua umum kami menandatangani SK pemecatan yang bersangkutan.


So, menurut gw hubungan bisnis dengan siapapun even itu dengan teman, keluarga, pacar, bahkan istri/suami kita sebaiknya tetap harus dibuat diatas satu perjanjian yang sah dimata hukum. We never knew what will happen in the future. So, perjanjian hukum itu malah sebagai bukti komitmen kita masing – masing supaya kita selalu menghormati kesepakatan bisnis yang sudah dibuat. Lebih baik clear dari awal untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Gw sih selalu berpikiran positif kepada siapapun, tapi seperti kata bang Napi bilang “kejahatan terjadi bukan hanya dari niat pelaku, tapi juga dari kesempatan” Waspadalah..waspadalah.

Popularity: 1% [?]

Share/Bookmark this!

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by indrakurniadi on January 24, 2008 at 3:19 pm and filed under Business, Friendship category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Tulisan Terbaru

Komentar Pengunjung

Categories

Arsip Tulisan Lama

Find me on Facebook

Follow me

twitter_indrakurniadi

Me vs the World

mejeng di view pointDSC06170mejeng bareng obamamejeng di senado square

Indra Kurniadi is

Proud to be an entrepreneur, a blogger,traveler and football addict :) Yeaaah