<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indra Kurniadi</title>
	<atom:link href="http://indrakurniadi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indrakurniadi.com</link>
	<description>Buah Pikiran,Perjalanan Hidup dan Perjuangan Menggapai Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Mar 2012 15:27:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Apakah anda siap menjadi seorang Entrepreneur?</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/apakah-anda-siap-menjadi-seorang-entrepreneur/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/apakah-anda-siap-menjadi-seorang-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 01:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/apakah-anda-siap-menjadi-seorang-entrepreneur/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya menulis lagi, setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan  
Well, kali ini sy mau menulis tentang entrepreneurship. Satu jalan hidup yang saya yakini sejak 9 tahun yang lalu. You know, beberapa tahun terakhir, entrepreneurship menjadi satu kata yang sexy. Banyak orang ingin berbondong &#8211; ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhirnya menulis lagi, setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Well, kali ini sy mau menulis tentang entrepreneurship. Satu jalan hidup yang saya yakini sejak 9 tahun yang lalu. You know, beberapa tahun terakhir, entrepreneurship menjadi satu kata yang sexy. Banyak orang ingin berbondong &#8211; bondong menjadi seorang pengusaha. Semuanya tertarik pada hal ini: penghasilan tidak terbatas (sky is the limit), fleksibilitas waktu, masa pensiun yang bisa dipercepat dan hal2 menyenangkan lainnya. Terlebih ketika melihat entrepreneur yang sepertinya sudah &#8220;sukses&#8221; : penghasilan besar, aset dimana2, sering liburan ke luar negeri, dll dll. Pertanyaan saya kemudian adalah apakah kita sudah siap jatuh bangun sbg seorang entrepreneur?</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu sy lulus kuliah dulu, sepertinya saya menjadi orang satu2nya yang setelah lulus kuliah ingin menjadi seorang entrepreneur dimana kebanyakan teman2 saya ingin bekerja menjadi professional di perusahaan multinasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kenyataan yang saya hadapi, hidup tidak melulu indah. Selama 9 tahun saya meniti bisnis saya ini, saya jg mengalami masa &#8211; masa susah. Dulu saya kemana2 naik motor Honda Supra X kreditan, uang di dompet ngga seberapa, dan belum banyak klien yang percaya dengan saya. Bahkan ada satu titik dimana kami melihat bahwa bisnis kami ini sudah tidak layak lagi alias harus dibubarkan. Ada satu titik dimana saya hampir menyerah, diam &#8211; diam saya kemudian melamar pekerjaan ke banyak perusahaan (untung ga diterima, konon katanya pihak HRD khawatir kalo kegantengan saya akan memicu kecemburuan sosial hehehe). Dan ada satu titik dimana perusahaan kami mengalami cobaan yang sangat berat, diantaranya perpecahan internal. Kalo disimpulkan, dari 9 tahun saya dan partner saya merintis bisnis kami ini, 3 tahun pertama kami masih berdarah &#8211; darah, 3 tahun berikutnya so so (hidup segan, mati tak mau), 1 tahun kemudian baru mulai berdiri, dan baru 2 tahun terakhir ini perusahaan kami bisa berlari.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti rekan2 yang ingin menjadi seorang entrepreneur lho, tp justru saya ingin mengingatkan bahwa menjadi seorang entrepreneur berarti harus siap mental untuk menjadi seorang pejuang, entrepreneurship bukan melulu hal &#8211; hal yang menyenangkan tp jg harus siap dengan hal &#8211; hal yang &#8220;menyakitkan&#8221;. Tapi jangan khawatir, hal &#8211; hal yang menyakitkan itulah yang akan membuat qta semakin kuat, ingat &#8220;what doesn&#8217;t kill us, makes us stronger&#8221;!  Sy pun yakin bahwa entrepreneurship is a passion! Passion yang bisa membuat seseorang tahan banting, dan mampu melewati rintangan seberat apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Buat rekan2 yang sedang dan baru akan memilih jalan hidup sebagai seorang entrepreneur, yakinlah bahwa apa yang sedang atau akan qta jalani sekarang itu mulia. Bahwa berbisnis itu bukan semata &#8211; mata mengejar profit, tapi bagaimana bisnis qta ini bisa bermanfaat bagi banyak orang, membuka lapangan pekerjaan dan bagaimana rezeki yang qta dapatkan dari bisnis kita ini bisa membahagiakan orang &#8211; orang yang qta cintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata, saya percaya pada mantra ini <strong>Fortuna Favi Fortus: keberuntungan memihak pada orang &#8211; orang yang berani.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Maju terus Entrepreneur Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/apakah-anda-siap-menjadi-seorang-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahkan orang susahpun masih peduli</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/bahkan-orang-susahpun-masih-peduli/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/bahkan-orang-susahpun-masih-peduli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 13:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2296</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya, istri dan mertua saya datang berziarah ke makam alm adik lelakinya. Pada saat ziarah tersebut, kami berniat untuk bersedekah untuk para penjaga makam. Salah seorang diantaranya adalah seorang laki2 tua yang tinggal sendiri di sebuah gubuk kecil di area pemakaman. Istrinya ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu, saya, istri dan mertua saya datang berziarah ke makam alm adik lelakinya. Pada saat ziarah tersebut, kami berniat untuk bersedekah untuk para penjaga makam. Salah seorang diantaranya adalah seorang laki2 tua yang tinggal sendiri di sebuah gubuk kecil di area pemakaman. Istrinya sudah meninggal dunia, sedangkan anak satu2nyapun tinggal di kota lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat fisiknya yang sudah tua dan renta, saya berpikir bapak tua ini pasti sudah tidak bekerja. Bagaimana dia mempunyai uang untuk bertahan hidup? Saya membatin.</p>
<p style="text-align: justify;">Well, singkat kata, kami berempatpun langsung memberikan sedekah yang sudah kami niatkan dari sebelumnya. Ada satu hal yang membuat saya merasa tertampar ketika setelah dia menerima sedekah kami lalu mendoakan kami, dia bilang gini sama istri saya &#8221; Neng, kalo ada beras seliter atau dua liter coba kasih sama orang yang lebih susah dari saya&#8221; My God, orang sesusah dia masih juga peduli sama orang lain? Tidakkah kita merasa malu?</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Allah, jika saya ditakdirkan mempunyai kelebihan rezeki, semoga rezeki tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain, Aamiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/bahkan-orang-susahpun-masih-peduli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The lazy traveler</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/the-lazy-traveler/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/the-lazy-traveler/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 14:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan - Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2081</guid>
		<description><![CDATA[Menurut saya, salah satu hal paling nikmat saat saya sedang traveling adalah saat kita bermalas2an. Yah, saat2 dimana kita escape sebentar dari rutinitas sehari2 dengan cuma leyeh leyeh aja. Jangan pernah merasa berdosa ketika kita mengisi waktu liburan kita hanya dengan tidur2an, atau cuma sekedar ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menurut saya, salah satu hal paling nikmat saat saya sedang traveling adalah saat kita bermalas2an. Yah, saat2 dimana kita escape sebentar dari rutinitas sehari2 dengan cuma leyeh leyeh aja. Jangan pernah merasa berdosa ketika kita mengisi waktu liburan kita hanya dengan tidur2an, atau cuma sekedar bengong. Justru itu salah satu kenikmatan tertingginya hehe. Jadi jangan terjebak dengan paradigma bahwa traveling itu identik dengan mengunjungi satu obyek wisata tertentu, foto2 disana, upload ke facebook atau twitter, atau jauh2 traveling cuma buat beli gantungan kunci atau magnet kulkas <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Makanya saya jarang banget melakukan perjalanan kurang dari 3 hari. Karena menurut saya kalo waktunya pendek gitu, energi kita akan habis hanya untuk perjalanan dari kota kita ke tempat tujuan, wira &#8211; wiri dari satu obyek wisata ke obyek yang lain, foto2 atau menghabiskan waktu untuk cari oleh2 (bisa seharian sendiri). Bolehlah kita egois sedikit dengan tidak memikirkan oleh &#8211; oleh karena kita juga deserve untuk menikmati setiap rupiah yang kita hasilkan dari jerih payah kita. So, saya lebih menikmati saat traveling dengan leyeh2 tadi, atau berinteraksi dengan penduduk lokal, melihat lebih jauh ttg kebudayaan mereka dan hal penuh makna lainnya. Dan cerita perjalanan itulah yang kemudian akan menjadi oleh2 terbaik dari setiap perjalanan kita. Bayangkan saja ketika suatu saat nanti kita bisa menginspirasi anak kita dengan cerita2 petualangan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">So far, saat traveling terbaik saya adalah saat saya mengunjungi Darjeeling, India. Sebuah kota kecil di kaki pegunungan Himalaya. Dimana the best momentnya justru saat saya cuma leyeh2, bengong, duduk di kursi, menyeruput secangkir black tea panas sambil menikmati keindahan pegunungan himalaya dari jendela kamar hotel. That&#8217;s priceless!</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/the-lazy-traveler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The smiling tukang parkir</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/the-smiling-tukang-parkir/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/the-smiling-tukang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 17:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2074</guid>
		<description><![CDATA[Saya dan istri beberapa kali suka iseng cari sarapan di warteg deket bandara. Yah, sekali2 pengen makanan yang merakyat juga hehe Murah, meriah, enak dan yang penting porsinya banyak  
Ada satu hal menarik setiap saya selesai makan di tempat itu, yaitu kehadiran seorang tukang ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya dan istri beberapa kali suka iseng cari sarapan di warteg deket bandara. Yah, sekali2 pengen makanan yang merakyat juga hehe Murah, meriah, enak dan yang penting porsinya banyak <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu hal menarik setiap saya selesai makan di tempat itu, yaitu kehadiran seorang tukang parkir yang selalu tersenyum. Dia selalu menyapa setiap pengendara mobil/motor yang parkir di daerah kekuasaannya dengan senyum. Dan saya ko melihat dia begitu menikmati dan mensyukuri setiap rezeki yang di dapat dari pekerjaannya yang maaf buat sebagian besar orang adalah pekerjaan yang kurang pantas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi percaya atau tidak, sikap dia itu begitu menyentuh saya. Setiap selesai parkir ditempat itu, saya selalu menyisihkan uang parkir beberapa lembar uang sepuluh ribu. Saya yakin akan banyak orang yang melakukan hal yang sama. You know, kalo biasanya tukang parkir itu jutek dan judes, tukang parkir ini adalah kebalikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm, kemudian saya menyadari bahwa ternyata keikhlasan dalam bekerja, dan selalu bahagia dengan apa yang kita kerjakan itu bisa mendatangkan rezeki dari tempat yang tidak disangka2 <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Bahagiakah kita dengan pekerjaan kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/the-smiling-tukang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabar terupdate</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/kabar-terupdate/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/kabar-terupdate/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 16:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2073</guid>
		<description><![CDATA[Well, sudah lama banget saya ga menulis. Apakah status singkat di facebook dan twitter pelan2 sudah menggeser keasyikan saya untuk menulis? Atau saya terlalu sibuk untuk meluangkan sekedar 30 menit untuk mengisi halaman di blog ini yang nyaris kosong karena saya menjadi apatis terhadap blog ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Well, sudah lama banget saya ga menulis. Apakah status singkat di facebook dan twitter pelan2 sudah menggeser keasyikan saya untuk menulis? Atau saya terlalu sibuk untuk meluangkan sekedar 30 menit untuk mengisi halaman di blog ini yang nyaris kosong karena saya menjadi apatis terhadap blog ini? Hey 4 tulisan sepanjang Januari sd Desember 2011 ini adalah bukti konkrit tentang ketidakproduktifan saya selama ini *sigh.</p>
<p style="text-align: justify;">Anyway, selain menyapa kembali blog ini, saya ingin memberikan kabar terupdate tentang kehidupan saya selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Yes, i&#8217;m married now dan saya sangat bahagia dengan pernikahan saya ini. You know setelah nyaris putus asa dan merasa lelah yg teramat sangat, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan wanita istimewa ini, Anita Fitria. Hanya dengan wanita inilah, saya merasa yakin bahwa dia adalah orang yg selama ini saya inginkan menjadi pasangan hidup. Usia pernikahan kami baru 6 bulan, suka dan duka sudah kami lalui bersama. Well, selama ini saya adalah orang yang tidak pernah dan tidak akan bisa menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan saya. Tapi anehnya, LDR pertama saya adalah dengan istri saya ini. Sepertinya Allah menguji kesetiaan kami melalui LDR ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar lainnya: akhirnya saya menjadi seorang uwa. Adik bungsu saya melahirkan seorang anak perempuan yang lucu, Fiona. Kehadirannya begitu dinanti oleh kami sekeluarga. Dan dengan kehadirannya itulah mamah+papap secara resmi sudah menjadi seorang nenek + kakek. Alhamdulillah. Anyway, saya dan istri juga berharap bisa diberikan momongan di tahun depan. Ga tau kenapa, saya ingin mempunyai anak perempuan. Mungkin karena pengaruh film2 atau cerita2 yang saya dengar bahwa anak perempuan itu akan selalu menjadi perempuan kecil bagi ayahnya, dan tentu anak perempuan akan selalu mengingatkan saya pada kecantikan ibunya. Well, pastinya saya juga ingin mempunyai anak laki2 yang mewarisi raut wajah saya. Oke, perempuan atau lelaki itu sama saja. Mereka adalah titipan dari Allah untuk kami. Semoga program punya anak kami yang akan dimulai di Januari nanti akan berhasil, aamiin.</p>
<p style="text-align: justify;">How bout business? Alhamdulillah bisnis kami terus berkembang. Sudah lebih dari 500 perusahaan yang sudah percaya pada kami. Insya Allah visi 2020 kami bisa terwujud. Jika skr, perusahaan kami sudah dikenal dan di percaya oleh client, insya Allah di 2020, perusahaan kami akan menjadi salah satu perusahaan yang dikenal di region. Aamiin</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, begitu banyak kebahagiaan2 yg saya rasakan akhir2 ini. Allah begitu baik kepada saya. Semoga saya bisa terus mensyukuri nikmat yang telah diberikan, aamiin.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu dulu kabar terupdate saya (halah, macam artis aja!), semoga tulisan kecil di penghujung 2011 ini dapat kembali membangkitkan gairah menulis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/kabar-terupdate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Camp Nou Experience</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/camp-nou-experience/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/camp-nou-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 11:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan - Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2056</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tujuan saya backpacking ke London, Paris dan Barcelona selama 3 minggu di bulan Maret lalu adalah untuk mewujudkan salah satu impian saya: Nonton Langsung FC Barcelona di stadionnya yang megah: Camp Nou. Dan pada tanggal 20 Maret itulah, impian saya bisa terwujud. Hey ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu tujuan saya backpacking ke London, Paris dan Barcelona selama 3 minggu di bulan Maret lalu adalah untuk mewujudkan salah satu impian saya: Nonton Langsung FC Barcelona di stadionnya yang megah: Camp Nou. Dan pada tanggal 20 Maret itulah, impian saya bisa terwujud. Hey Baby, I&#8217;m going to Camp Nou!</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan menuju Barcelona itu dimulai dari London. Setelah 2.5 jam terbang bersama Easyjet dari Gatwick Airport di London , sore itu saya mendaratkan kaki saya di Barcelona Airport. Ngga ada yang istimewa dari airport itu, samasekali tidak menunjukkan kemegahannya sebagai airport di kota terbesar no 2 di Spanyol. Well, saat itu waktu menunjukkan pukul 4 sore. Dan saya sadar saya harus segera bergegas karena pertandingan FC Barcelona vs Getafe akan segera di mulai pada pukul 7 malam. So, saya hanya punya waktu 3 jam untuk bersiap2 *ngos2an</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2056"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Semua berjalan smoothly sampai kemudian ketika saya membaca peta barcelona dan meminta informasi dari tourism staff di airport, saya menyadari bahwa hotel tempat saya menginap selama di barcelona terletak di luar kota, di Villadecans. Tourism staff itu bilang untuk hotel tersebut hanya bisa di capai dengan taxy dari Airport, tidak ada bus yang langsung menuju kesana. He said, it will cost me 15 &#8211; 20 Euro, muahaall banget buat ukuran seorang backpacker yang harus menghemat setiap Euro untuk bisa bertahan selama 3 minggu di Europe hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke pusat kota Barcelona, La Ramblas, dengan Airport Bus. Untuk kemudian rencananya saya akan mencari bus atau metro yang menuju hotel tempat saya menginap. Atau jika harus menuju stadion, saya tinggal mencari tempat penitipan tas saya untuk kemudian lanjut ke Camp Nou. Anyway La Ramblas adalah pusat para tourist berkumpul menikmati boulevard paling terkenal di Barcelona. Tempat para backpacker, flashpacker, atau para tourist high class menikmati segala aktivitas disana. Simply, kita belum ke Barcelona kalo tidak ke La Ramblas.</p>
<p style="text-align: justify;">Anyway saya membeli tiket pertandingan antara FC Barcelona vs Getafe itu dengan harga 48 Euro, harga tiket paling murah di tribun paling atas hehehe. Saya membeli tiket tersebut melalui agen (http://www.spainticketbureau.com), setelah saya putus asa membeli tiket tersebut dari website FC Barcelona. Baru kemudian saya tau bahwa mayoritas tiket untuk setiap pertandingan El Barca dialokasikan untuk member club tersebut, hanya sebagian kecil yang dialokasikan untuk tourist. Tidak seperti saat saya membeli tiket pertandingan Man U, saya bisa membeli tiket langsung dari website mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata masalah baru muncul ketika untuk menukar voucher yang saya dapatkan melalui email dengan tiket asli, saya kesulitan untuk menemukan alamat kantor agen tersebut disela2 puluhan gang yang ada di La Ramblas. Bertanya ke orang pun sulit karena kendala bahasa. Yang lucu, saat saya bertanya pada polisi, jawaban mereka selalu terucap dalam Spanish, walaupun berkali2 saya bilang saya tidak paham bahasa Spanyol. Dan ketika waktu semakin lama berdetak, saya pun nyaris putus asa karena nyari alamat saja sudah menghabiskan waktu sejaman lebih. Anehnya ketika saya sudah mencapai titik kepasrahan, secara tidak sengaja saya menemukan kantor agen tersebut. Ngga lama tiket asli pun berpindah tangan, yaaay.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah tiket ditangan, saya baru menyadari bahwa pertandingan akan dimulai dalam satu jam kedepan. Balik ke hotel untuk menyimpan koper dan ransel besar saya tidak lah mungkin, karena waktunya mepet. Dan ternyata menemukan tempat penitipan tas pun tidak lah mudah. Hingga kemudian saya memutuskan untuk kemudian langsung menuju Camp Nou sambil menyeret koper saya dan membawa ransel besar di punggung. Bukan pekerjaan yang mudah membawa koper dan ransel segede gaban disela2 himpitan orang2 di metro menuju Camp Nou. Apalagi konon katanya banyak copet beraksi di metro barcelona. Well, sepertinya sebagian besar penumpang di line menuju Stasiun Maria Christina adalah para fans El Barca. Yel yel, dan lagu2 El Barca dinyanyikan sepanjang perjalanan oleh para fans yang dari bahasa, logat maupun perawakannya menunjukkan mereka datang dari berbagai negara. Bukti bahwa permainan indah El Barca beberapa tahun terakhir ini sangat dicintai oleh para penikmat bola dimanapun mereka berada.  Sampai di stasiun, perlu berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai Camp Nou, dan kondisi di sepanjang perjalanan hiruk pikuk oleh para fans. Kafe, Bar, restoran penuh oleh para fans yang tidak kebagian tiket menonton langsung di Camp Nou.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di gerbang stadion, cobaan lain muncul. Well, kayanya hanya saya orang satu2nya yang nekat masuk stadiun bawa koper besar dan ransel segede gaban. Sempat ditanya macem2 sama security disana, isi koper dan ransel sayapun di aduk2 sama security itu. Dan you know what, sikap mereka melunak ketika saya bilang ke mereka bahwa saya adalah fans El Barca yang dateng jauh2 dari Indonesia untuk melihat tim kesayangan saya bertanding. See, bagaimana Sepakbola bisa menjadi bahasa universal yang mampu mempersatukan banyak orang. Kemudian saya melobi kepala security stadion untuk menitipkan tas besar saya itu di ruangan mereka supaya saya bisa kusyu menonton pertandingan itu. Dan ajaibnya, merekapun mengijinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tepat ketika tim El Barca memasuki stadion saya pun duduk di salah satu bangku di Stadion bersama 90 ribuan penonton yang ngga sabar menikmati permainan indah mereka. Bersebelahan dengan fans dari Italy, dan Jepang. Serta sekelompok fans dari UK yang tidak berhenti2 menyanyi di sepanjang pertandingan. Well, seperti tidak percaya ketika saya bisa mewujudkan salah satu impian masa kecil saya itu. Dan ketika akhirnya pertandingan berakhir untuk kemenangan El Barca kebahagiaan saya pun semakin lengkap. Sepertinya seisi stadiun larut dalam kegembiraan, begitupun penduduk kota. Dalam perjalanan saya menuju hotel tempat saya menginap di Villadecans, kegembiraan itupun masih sangat jelas terlihat dari raut muka para fans yang menaiki bis yang sama. Ah, malam itu adalah salah satu malam terindah dalam hidup saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Viva El Barca! Muchas Gracias Barcelona <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/camp-nou-experience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The priceless things when I was in Paris</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/the-pricess-things-when-i-was-in-paris/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/the-pricess-things-when-i-was-in-paris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 03:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan - Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2037</guid>
		<description><![CDATA[Well, buat saya traveling itu tidak hanya sekedar datang ke suatu tempat yg menarik, foto2, beli souvenir dan that’s all lalu pulang. Traveling buat saya beyond of those all, bagaimana selain menikmati perjalanan itu sendiri juga bisa mendapatkan sesuatu yg priceless, lebih berharga dari uang ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Well, buat saya traveling itu tidak hanya sekedar datang ke suatu tempat yg menarik, foto2, beli souvenir dan that’s all lalu pulang. Traveling buat saya beyond of those all, bagaimana selain menikmati perjalanan itu sendiri juga bisa mendapatkan sesuatu yg priceless, lebih berharga dari uang yang kita habiskan untuk tiket pesawat, akomodasi dan biaya hidup di satu tempat yang kita kunjungi. Bo, jauh2 traveling hanya untuk hunting gantungan kunci atau magnet kulkas is soo not my style hehehe. Oke itu adalah souvenir, tapi menurut sy souvenir terbaik itu ya cerita perjalanan itu sendiri <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan saya selama hampir 3 minggu mengunjungi London, Barcelona dan Paris kali ini merupakan perjalanan yg sangat berkesan, selain karena perjalanan ini adalah perjalanan terakhir saya dengan status sebagai single, perjalanan itu juga merupakan traveling terlama yg pernah saya alami, dan yg terpenting adalah bagaimana saya bisa mendapatkan the priceless things selama saya melakukan perjalanan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-2037"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">So let&#8217;s we talk about Paris yang ternyata tidak hanya kota untuk para pencari romantisme bersama pasangan, ternyata Paris juga cukup bersahabat bagi para lonesome traveler, para independent traveler yg kemana2 sendirian termasuk diriku ini <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Well, menikmati Paris buat saya bukan hanya foto2 di Menara Eiffel,  Nonton Moulin Rouge, dateng ke Versailles, belanja2 di Champs Elysse, Foto2 di Arc de Triomphe dll dll, but yes indeed saya juga mengunjungi tempat2 itu, tapi buat saya sisi lain Paris ternyata jauh lebih memikat, that&#8217;s what i call the priceless experience.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Seperti saat saya menikmati keindahan Eiffel, selain menikmati keindahan si menara itu, saya juga menikmati aktifitas para touris dan parisian di taman sekitar menara. Yeah, salah satu keunggulan kota2 di Europe adalah adanya taman di banyak penjuru kota, ngga kaya Jakarta yg sudah di &#8220;kuasai&#8221; oleh mall *sigh</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Atau saat saya menikmati street dance performance di Champs Elysse dan Notre Dame. Saat saya menghabiskan seharian di Louvre Museum. Menikmati keindahan dome di Grand Lafayette. Atau saat saya menyeruput sekaleng diet coke seharga 3,3 Euro di atas atap sebuah restoran di Grand Lafayette hanya untuk menikmati keindahan Paris from the rooftops. That&#8217;s awesome, isnt it?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Menurut saya pengalaman2 seperti itu ditambah pengalaman2 yang not too touristy seperti pengalaman belanja bahan2 makanan untuk kita masak sendiri di dapur hostel, atau pengalaman mencari resto atau cafe yg murah meriah tapi enak, pengalaman naik turun metro, <span>aktifitas &#8220;lost in translation&#8221; ngedengerin orang2 ngomong in french tanpa kita tau artinya sama sekali (well, i believe french is the most sexiest language in the world hehe)</span>atau menikmati beragam aktifitas di sebuah taman itu, itu semua adalah priceless things, not too touristy and beyond traveling <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dan pengalaman paling berharga bagi saya selama di Paris adalah pengalaman menginap di hostel backpacker di area sekitar Gard Du Nord, you know tidur sekamar ber &#8211; empat atau ber &#8211; tiga dengan sesama traveler yang ngga kita kenal sama sekali. Pengalaman berharga karena di hostel kecil itulah saya bertemu dengan sesama traveler dari seluruh penjuru dunia, mendengarkan cerita2 yang menakjubkan tentang perjalanan mereka. Dan menjalin persahabatan. I&#8217;m proud to introduce you guys with: Yumi, seorang wanita pemberani dari Jepang, yang sudah menjelajahi tempat2 yang sepertinya tidak terlalu menarik bagi tourist: seperti misalnya Slovenia! Mike dari US, seseorang yang sedang berjuang menghadapi kanker yg sedang menyerang tubuhnya dan meyakini bahwa traveling itu adalah salah satu cara untuk bisa memahami arti kehidupan, Jenny dari Jerman, wanita pemberani lainnya dan John dari Australia, seseorang guru yg sedang traveling keliling Eropa untuk 3 bulan lamanya. Mengasyikkan ternyata bisa ngobrol dan bertukar pikiran dengan mereka dari mulai obrolan yg remeh temeh, sampai pembicaraan tentang cross culture, faith dll. Tapi kami sepakat bahwa traveling adalah salah satu cara untuk bisa belajar toleran, memahami perbedaan budaya di tiap negara yg kita kunjungi. Belajar untuk tidak berpikir sempit, dan belajar untuk menafikan rasisme sama sekali dari otak kita. Dan Paris, ibukota negara dimana Revolusi Perancis pernah berlangsung ratusan tahun yang lalu menjadi lokasi yg pas untuk memahami arti: Liberte &#8211; Egalite &#8211; Fraternite: <span>Freedom, equality and brotherhood. Bahwa manusia itu berhak atas kebebasan (freedom), diciptakan sama = (Equal) dan bersaudara (brotherhood) <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Merci Beaucoup, Paris <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/the-pricess-things-when-i-was-in-paris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>She&#8217;s the One</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/shes-the-one/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/shes-the-one/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 07:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[You know what sayang, I never fall in love like this before! Believe me, that’s true.
Rasanya sampai pertengahan Januari lalu, aku masih betah dengan status singleku, dan tidak pernah terpikirkan kalo hanya dalam tempo sebulan kemudian ternyata sudah ada cincin dengan ukiran namamu melingkar di ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">You know what sayang, I never fall in love like this before! Believe me, that’s true.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasanya sampai pertengahan Januari lalu, aku masih betah dengan status singleku, dan tidak pernah terpikirkan kalo hanya dalam tempo sebulan kemudian ternyata sudah ada cincin dengan ukiran namamu melingkar di jari manisku ini. Allah itu Maha Baik, menghadirkan kamu dalam hidupku disaat aku sudah nyaris menyimpulkan bahwa hidup dalam kesendirian itu sangat menyenangkan <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">You know what sayang, dari sekian wanita yang pernah singgah dalam kehidupanku, kamu adalah wanita pertama dan satu2nya yang membuat aku yakin tanpa ada keraguan sedikitpun bahwa menikah denganmu akan membahagiakan.  Selama ini aku selalu kukuh pada prinsip bahwa menikah itu hanya boleh terjadi ketika aku menemukan orang yang tepat, bukan karena desakan dari pihak manapun juga. Bukan karena umur yang sudah semakin bertambah, bukanpula karena takut pada gunjingan orang lain. Dan akhirnya penantian aku selama ini sangat worth it dengan kehadiran kamu dalam hidupku.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1090"></span></p>
<p style="text-align: justify;">I love everything about you sayang. You&#8217;re so damn pretty,  and I love your hijab. Amazing, ketika menyadari bahwa kecantikan dan keindahan tubuhmu itu kamu simpan hanya untuk calon suamimu. See, how lucky I am <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan kamu melengkapi kecantikan itu dengan kedewasaan, kepintaran ( I always amaze by smart woman!) dan keshalihan karenanya aku merasa semakin dekat dgnNya sejak bertemu kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang, siapkah kamu untuk menjadi supporter utamaku, catch me when i&#8217;m falling, cheers me up whenever I&#8217;m sad? Jadilah orang pertama yang selalu dapat meyakinkan aku bahwa setiap impian kita itu bisa dan pasti akan terwujud apapun rintangan dan tantangan yg menghadang. Yakinlah kita akan selalu bersama, tidak hanya disaat kita bahagia tapi juga disaat kita sedih, tidak hanya disaat kita dekat tapi juga di saat kita jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang, you&#8217;re absolutely the One. Calon istriku, calon ibu dari anak2ku dan akan menyandang namaku di belakang namamu <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Aamiin, Insya Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>I love you so much, fiancee</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/shes-the-one/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>No more lonely traveler</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/no-more-lonely-traveler/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/no-more-lonely-traveler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 11:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=2004</guid>
		<description><![CDATA[Well, jika Allah mengizinkan pada pertengahan tahun ini karir saya sebagai seorang lonely traveler akan berakhir. Sedih? sama sekali tidak. Karena saya akan mengkonversi petualangan seorang diri saya selama ini menjadi petualangan yg penuh romance dan gairah bersama pasangan saya lalu kemudian ketika ketika anggota ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Well, jika Allah mengizinkan pada pertengahan tahun ini karir saya sebagai seorang lonely traveler akan berakhir. Sedih? sama sekali tidak. Karena saya akan mengkonversi petualangan seorang diri saya selama ini menjadi petualangan yg penuh romance dan gairah bersama pasangan saya lalu kemudian ketika ketika anggota keluarga kami bertambah, pastinya akan menjadi petualangan keluarga yang penuh makna, yeaay!</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan saya bulan depan mengunjungi London, Barcelona dan Paris akan menjadi perjalanan terakhir saya dengan status “single”. Yeah, mengunjungi Paris, kota paling romantis sedunia seorang diri sementara orang terkasih kita ada di belahan bumi yang lain ihik ihik. Sebetulnya saya masih punya tiket promo Air Asia ke Beijing, tapi rasanya saya tidak akan mendapatkan izin pasangan saya mengingat perjalanan itu sangat berdekatan dengan rencana hari besar kita berdua. Ah, saya sih berpikir kalo dia khawatir calon suaminya yg ganteng ini kecantol orang lain disana hehehe Jangan khawatir sayang, you are the only one in this world who could make my heart beating so fast!</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2004"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sayang, aku tidak sabar berpetualang bersamamu menjelajahi sudut2 romantis di bumi ini. Aku ingin mengajakmu menjelajahi keindahan kanal2 di Venice, melihat Eiffel di Paris, kemudian menikmati keindahan Taj Mahal sambil berharap cinta kita seperti cinta Shah Jahan dan istrinya Mumtaz Mahal yang hanya terpisahkan oleh maut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan aku juga tidak sabar, jika buah hati kita hadir kelak, aku ingin mengenalkan dia dengan keindahan negerinya yang mempesona, mengajaknya memahami budaya bangsanya supaya dia bangga dengan negeri dari mana dia berasal. Aku ingin mengajak keluarga kecil kita nanti berpetualang ke berbagai negeri, mengunjungi negeri2 para Nabi, menikmati keindahan himalaya, mengunjungi Tibet, menjelajahi romantisme Eropa, menapaki jejak Che Guavara di Amerika Selatan dan tentu menonton tim kesayangan kita bertanding di Old Trafford, San Siro dan Nou Camp. Oia, tentu saja mengajak anak2 kita mengunjungi Dubai, kota dimana orangtuanya pertama kali bertemu dan jatuh cinta <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin anak2 kita menjadi petualang2 yang berani dan bermental juara tapi disisi lain sangat toleran terhadap perbedaan budaya, bahasa, warna kulit dan agama.  Dan aku ingin anak kita nanti bisa menjelajahi tempat2 di bumi ini lebih banyak dari orang tuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah sayang, aku jadi semakin tidak sabar menunggu saat itu tiba. I love you</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/no-more-lonely-traveler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan impian masa kecil nonton Man United di Old Trafford</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/mewujudkan-impian-masa-kecil-nonton-man-united-di-old-trafford/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/mewujudkan-impian-masa-kecil-nonton-man-united-di-old-trafford/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 06:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Foot Ball]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan - Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[nonton manchester united di old trafford]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1965</guid>
		<description><![CDATA[Setiap anak pasti punya pahlawan masa kecil dan impian2 masa kecil. Di usia segitu saya kira semua anak akan mempunyai impian yang bermacam2. Well, dari kecil saya suka sekali dengan sepak bola. Saya suka bola sejak umur 8 tahun, ketika Euro 88 berlangsung dan Belanda ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indrakurniadi.com/wp-content/uploads/2010/12/man-u.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1988" title="man-u" src="http://indrakurniadi.com/wp-content/uploads/2010/12/man-u-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Setiap anak pasti punya pahlawan masa kecil dan impian2 masa kecil. Di usia segitu saya kira semua anak akan mempunyai impian yang bermacam2. Well, dari kecil saya suka sekali dengan sepak bola. Saya suka bola sejak umur 8 tahun, ketika Euro 88 berlangsung dan Belanda menjadi juaranya. Para pahlawan masa kecil saya adalah para pesepakbola dari Belanda, AC Milan, Manchester United dan Barcelona. Dan sejak kecil itu pula, saya mempunyai impian untuk suatu saat bisa menyaksikan para pahlawan saya itu berlaga dari jarak yang sangat dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, Sabtu sore tanggal 6 November 2010, salah satu impian saya bisa tercapai. Hey, saya menonton Manchester United vs Wolverhampton Wanderer langsung dari Old Trafford! That&#8217;s one of my big day in life anyway</p>
<p style="text-align: justify;">Alam semesta seperti mendukung supaya saya bisa mencapai impian saya itu. Awalnya karena saya ada tugas ke UK untuk mengunjungi partner kami di Leicester dan Newcastle. Ketika saya membeli tiket pesawat saya mendapatkan tiket dengan harga yang sangat murah, hanya 5 jutaan dengan rute JKT &#8211; KL &#8211; London return. Visa UK pun dengan mudah bisa saya dapatkan, karena kelupaan saya baru ngurus visa 10 hari sebelum berangkat, tapi didukung oleh dokumen2 lengkap + surat referensi dari om Oi dan Brian yg tinggal di London, saya bisa mendapatkan visa UK hanya dalam waktu satu hari jadi. Kemudian ketika saya merancang itenerary selama saya di UK, ternyata jadwal pertandingan Manchester United di Old Trafford tepat sekali dengan jadwal saya selama disana. Dan amazingly, saya ga sulit dapet tiketnya. Well, semua teman2 saya di UK bilang bahkan ketika Manchester United melawan tim kecilpun, seringkali mereka kesulitan mendapatkan tiketnya. How lucky I am, ho ho ho</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan menuju Old Trafford dimulai dari London, saya naik bus National Express (karena naik kereta atau pesawat mahal bro hehe). Tiketnya seharga 14,5 pound, dengan durasi perjalanan selama 5 jam. Dan karena cuaca cerah, saya bisa menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan London &#8211; Manchester. Dari London jam 8, sampai Manchester jam 1 siang. Well, di bus itu banyak sekali fans Man U dari berbagai negara. Dan sayapun bertemu dengan 2 orang mahasiswa indonesia yg sedang kuliah di london yang berencana menonton Liverpool vs Chelsea di Anfield dan transit dulu di Manchester untuk mengunjungi temannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di terminal, hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk mencapai Picadelly garden untuk mencari bus ke Old Trafford. Dan ratusan fans Man U sudah berada disana. Cari bus yg menuju trafford centre dan akhirnya sayapun sampai di Old Trafford dalam waktu kurang lebih 10 menit. Wow, Old Trafford ada di depan mata saya sekarang. Terimakasih ya Allah, satu impian masa kecil saya bisa terwujud. You know, saking excitednya saya senyum2 dan ketawa2 kecil sendiri selama disana. Semoga ga ada orang yg mengira saya gila hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di sana, saya langsung menuju ticket &amp; membership services untuk mengklaim tiket saya. Well, kalo kita memesan tiket via internet dan ada kemungkinan tiket kita baru akan sampai ketika kita sudah tidak di Indonesia, kita harus mengkonfirmasi ke bagian ticketing satu hari sebelum pertandingan dengan menyebutkan no membership kita supaya kita bisa mendapatkan tiket kita pada hari pertandingan. Oia ticket pertandingan itu saya beli seharga 48 pound.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mendapatkan tiketnya, saya segera memasuki stadion dan here i am menjadi salah satu penonton dari 67 ribu penonton di stadion itu. Imagine ketika kita berada di tempat yg sama dengan puluhan ribu fans menonton tim pujaan kita bermain, that&#8217;s awesome! Pengalaman yg akan selalu kita ingat seumur hidup kita bukan? Dan seperti kebanyakan cowo2 UK, sepakbola sudah menjadi darah daging mereka. Lucu juga melihat ekspresi mereka selama berada di stadion. Kita berteriak, menyanyi, bertepuk tangan untuk mendukung tim kesayangan kita. Dan ketika di menit akhir, Park Ji Sung mencetak goal kemenangan dengan kedudukan akhir 2 &#8211; 1 untuk keunggulan Manchester United, seisi stadiun bergemuruh. Kita saling menyelamati, tos dan berpelukan. Dan pada akhirnya ketika pertandingan selesai, semua orang memperlihatkan wajah ceria. See, bagaimana sepakbola bisa memberikan kebahagiaan bagi banyak orang <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Foto2 sebentar setelah pertandingan selesai, pengennya sih bisa lebih lama berada di stadion itu, tapi para petugas sudah menyuruh kita bergegas meninggalkan stadion. Sempat ke Megastore, tapi karena hectic saya ga beli apapun disana. Hanya sempat memasang nomor untuk jersey yang saya bawa dari Jakarta. Jersey itu saya pasang no 14, Chicarito!</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pertandingan selesai, segera saya mencari bus untuk menuju guest house saya menginap malam itu di Manchester. Lokasi guest house itu sekitar 45 menit dari pusat kota manchester, masuk daerah Wearsley &#8211; Bolton. Tapi justru di lokasi itu saya bisa mendapatkan guest house dengan nuansa yg sangat English. Menginap semalam disana, besok pagi2nya saya segera bergegas menuju Newcastle untuk meeting dengan partner disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Terimakasih Manchester, terimakasih Old Trafford. Next time, San Siro dan Nou Camp <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/mewujudkan-impian-masa-kecil-nonton-man-united-di-old-trafford/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa kali dalam setahun Anda makan daging?</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/berapa-kali-dalam-setahun-anda-makan-daging/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/berapa-kali-dalam-setahun-anda-makan-daging/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 04:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1974</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga besar ayah saya mempunyai tradisi untuk berkurban di kampung halaman kami, di satu kampung jauh di pelosok, di kecamatan Malangbong Garut. Alhamdulillah pada Idul Adha kali ini, keluarga besar kami bisa menyembelih 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang dagingnya cukup untuk didistribusikan ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Keluarga besar ayah saya mempunyai tradisi untuk berkurban di kampung halaman kami, di satu kampung jauh di pelosok, di kecamatan Malangbong Garut. Alhamdulillah pada Idul Adha kali ini, keluarga besar kami bisa menyembelih 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang dagingnya cukup untuk didistribusikan kepada 450 orang. Tradisi ini merupakan amanat dari Ayah/Kakek/Buyut kami supaya kami sekeluarga besar tetap peduli pada lingkungan sekitar tempat dimana kami semua berasal.</p>
<p style="text-align: justify;">Selalu ada hal yang membuat kami sekeluarga besar selalu termotivasi untuk berkurban di tempat kelahiran kami itu. Selain lokasinya yang jauh dipelosok, mayoritas penduduknya berada pada kondisi yang miskin. Ada satu hal yg membuat saya terharu adalah ketika ada beberapa penduduk yang saking senangnya bisa makan daging mendoakan begini: &#8220;semoga keluarga besar Uu Haji selalu mendapatkan kelimpahan rezeki, supaya kita semua bisa makan daging&#8221;. Well, this is true story: mereka hanya makan daging setahun sekali. Ya, hanya pada saat keluarga besar kami menyembelih hewan kurban. Masya Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">So, seberapa sering kita semua bisa makan daging? Tiap hari, tiap dua hari atau seminggu dua kali? Well, semoga kita menjadi orang yang bersyukur, karena masih banyak saudara2 kita yang bahkan cuma sekali makan daging dalam setahun <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/berapa-kali-dalam-setahun-anda-makan-daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berilah kail bukan ikannya</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/berilah-kail-bukan-ikannya/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/berilah-kail-bukan-ikannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 05:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1966</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, di seputaran bintaro sektor 7.
Saya menghentikan kendaraan saya untuk membeli seporsi sate padang. Tidak jauh dari si tukang sate itu, saya melihat seorang bapak 50 an tahun beserta satu anak kecil di trotoar jalan. Laki2 itu terlihat termenung memikirkan beban berat kehidupan, sedangkan si ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semalam, di seputaran bintaro sektor 7.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menghentikan kendaraan saya untuk membeli seporsi sate padang. Tidak jauh dari si tukang sate itu, saya melihat seorang bapak 50 an tahun beserta satu anak kecil di trotoar jalan. Laki2 itu terlihat termenung memikirkan beban berat kehidupan, sedangkan si anak kecil itu ditidurkan diatas seonggok batu, yah batu. Sepertinya mereka terlihat sangat bingung atau lapar?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya makan sate itu dengan pikiran terus berkecamuk. Saya yakin sekali bapak itu bukan pengemis. Karena dia tidak meminta2 ketika saya lewat didepannya. Dan karena dia bukan pengemis itu lah yg membuat saya respect dengannya, karena dia masih punya harga diri untuk tidak merendahkan dirinya dengan meminta2 kepada orang lain bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Sate padang itu saya habiskan dalam tempo 5 menit saja. Dan begitu selesai, saya segera menghampiri si bapak itu. Saya berpikir bagaimana caranya bisa membantu si bapak itu tanpa dia merasa direndahkan dengan maksud saya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tanya : &#8220;bapak sedang apa disini?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak Tua: &#8220;Ini pak, saya sedang cari rongsokan&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya: &#8220;sudah makan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak Tua: &#8220;belum pak&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Segera saya keluarkan uang dari saku saya</p>
<p style="text-align: justify;">Saya: &#8220;ini pak buat makan&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak itu berterimakasih dan segera menerima uang itu. Lantas dia langsung membangunkan anaknya. Saya segera masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan, pikiran saya terus berkecamuk. Satu hal yg pasti saya bersyukur karena Allah begitu baik dengan saya. Yang kedua, begitu banyak orang disekitar kita yang berada dalam kondisi kekurangan, atau malah kelaparan? Dan bagaimana respon kita terhadap itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berpikir mungkin uang yg saya kasih itu hanya cukup untuk beberapa kali makan saja. Lalu setelah uang itu habis bagaimana? Kenapa tidak saya tambahkan dengan beberapa lembar lagi supaya si bapak itu katakanlah bisa membeli beberapa slop rokok, makanan kecil, permen, tissue untuk modal sebagai pedagang asongan. Ooh, kenapa ga kepikiran ya? Shoot!</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, saya pun menangis di sepanjang perjalanan itu.  Saya berikrar, ya Allah jika saya ditakdirkan menjadi seseorang yang mempunyai kelebihan harta, jadikanlah saya orang yang bermanfaat bagi orang lain. Amiin</p>
<p style="text-align: justify;">Bintaro 15/11/2010</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/berilah-kail-bukan-ikannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buatlah alasan kuat untuk berbisnis</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/buatlah-alasan-kuat-untuk-berbisnis/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/buatlah-alasan-kuat-untuk-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 04:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1952</guid>
		<description><![CDATA[Saya terinspirasi membuat tulisan ini karena sering sekali saya bertemu dengan beberapa teman yang well dia ingin sekali berbisnis tapi masih ragu, takut, khawatir untuk meninggalkan pekerjaannya yang selama ini sudah memberikan gaji, fasilitas dan kenyamanan2 lainnya. Teman2 saya itu masih ragu apakah ketika dia ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya terinspirasi membuat tulisan ini karena sering sekali saya bertemu dengan beberapa teman yang well dia ingin sekali berbisnis tapi masih ragu, takut, khawatir untuk meninggalkan pekerjaannya yang selama ini sudah memberikan gaji, fasilitas dan kenyamanan2 lainnya. Teman2 saya itu masih ragu apakah ketika dia komitmen 100 % ke bisnis, bisnisnya itu akan memberikan penghasilan dan fasilitas yang at least sama dengan yang dia dapat ketika masih menjadi karyawan di salah satu perusahaan besar? Tanggapan saya saat itu cuma 2, yaitu: Sebenarnya yang ngasih rezeki itu siapa sih, Allah atau bos? kemudian ciptakanlah alasan kuat untuk berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1952"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya heran juga kalo ada orang yang merasa bahwa rezeki itu datangnya dari bos / perusahaan mereka, lha wong rezeki itu kan sudah diatur Allah, bos kita kan cuma perantara aja. Trus jaminan apa yang bisa kita dapet dari pekerjaan kita? Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan selamanya bekerja di perusahaan itu, kalo tiba2 kita dipecat, atau tiba2 perusahaannya bangkrut, lalu kita mau apa? Guru ngaji saya pernah bilang, kalo ada hadist yang menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki itu datangnya dari perniagaan. So kalo dengan menjadi seorang karyawan tok, penghasilan kita cuma datang dari gaji, bonus dan hal2 yang bisa terukur lainnya. Seorang entrepreneur itu bisa punya penghasilan dari pintu yang berbeda2, enaaaak kan? hehe</p>
<p style="text-align: justify;">Yang penting disini menurut saya adalah, kita harus menciptakan satu alasan yang kuat kenapa kita harus ber bisnis. Alasan yang kemudian sanggup membuat kita mau meninggalkan pekerjaan kita yang selama ini sudah memberikan kenyamanan, dan alasan yang membuat kita selalu termotivasi, mampu membangkitkan semangat kita disaat kita lemah dan terpuruk. Alasan yang sanggup membuat kita mencurahkan segala daya dan upaya kita untuk terus konsisten di bisnis kita itu. Alasan itu bisa macam: seperti misalnya ingin membahagiakan orang yang kita cintai, ingin punya waktu yang flexible dan tidak terikat jam kantor, ingin punya waktu yang lebih banyak dengan orang2 yang kita cintai, ingin membuka lapangan kerja buat orang lain dll dll. Percaya deh, ketika kita punya satu alasan yang bisa membuat kita selalu termotivasi, setiap cobaan yang datang akan kita anggap sebagai tantangan yang harus kita taklukkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu alasan saya sendiri apa? Well, alasan kenapa saya harus berbisnis itu banyak sebetulnya. Dengan punya banyak alasan untuk sukses, saya jadi kehabisan alasan untuk kemudian berpaling dari bisnis saya itu hehe. Yang pasti dari sekian banyak alasan yang saya buat, saya punya 3 alasan yang utama yaitu ingin memberikan penghidupan yang layak bagi orang2 yang saya cintai dan membuat mereka bangga, membuat bisnis saya itu bermanfaat bagi orang banyak dan satu alasan yang sebenarnya simple yaitu: ingin supaya saya bisa khusyu nonton bola tengah malem dan kalo akibat nonton bola itu saya kemudian bangun siang, ga ada yg bisa marahin saya hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saya punya visi untuk bisa pensiun di usia 40 tahun, dimana dengan sisa umur saya itu saya bisa mempergunakannya untuk aktif di kegiatan sosial dan spiritual, traveling, dan enjoying this beatiful life <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">So, sudahkah anda punya alasan untuk sukses?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/buatlah-alasan-kuat-untuk-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I am a married guy definitely</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/i-am-a-married-guy-definitely/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/i-am-a-married-guy-definitely/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 03:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1946</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m not a married guy? No no, jangan salah kaprah. Menjadi single di usia 30an bukan berarti kita tidak punya komitmen terhadap pernikahan ya. Well, yeah memang sometimes egoisme untuk menikmati hidup sendiri tanpa perlu berkompromi dengan orang lain itu memang menyenangkan. You know, pergi ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">I&#8217;m not a married guy? No no, jangan salah kaprah. Menjadi single di usia 30an bukan berarti kita tidak punya komitmen terhadap pernikahan ya. Well, yeah memang sometimes egoisme untuk menikmati hidup sendiri tanpa perlu berkompromi dengan orang lain itu memang menyenangkan. You know, pergi kemanapun kita suka, melakukan apapun yang kita suka tanpa harus izin pasangan adalah salah satu kenikmatan terbesar menjadi seorang single. But, ternyata kenikmatan melihat sesosok wanita cantik berada disamping kita saat kita akan beranjak tidur maupun saat membuka mata dan tentu melihat sesosok perempuan kecil yang secantik ibunya atau sesosok anak lelaki yang seganteng bapaknya (ehem!) jauh lebih besar dari apapun itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Okey, for those yang selalu menanyakan komitmen saya terhadap pernikahan ataupun para makhluk manis yang selama ini menganggap i&#8217;m not a married guy, anggaplah tulisan saya kali ini sebagai klarifikasi terhadap itu semua hehe</p>
<p style="text-align: justify;">I&#8217;m a married guy, cinta keluarga dan begitu mendambakan seseorang untuk menjadi soulmatenya. Hanya saja sampai saat ini belum ada seorang wanitapun yang bisa membuat saya yakin bahwa hidup bersamanya akan jauh lebih indah daripada menikmati kesendirian saya.</p>
<p style="text-align: justify;">But I will find her someday, Insya Allah</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/i-am-a-married-guy-definitely/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai bisnis dari bawah</title>
		<link>http://indrakurniadi.com/memulai-bisnis-dari-bawah/</link>
		<comments>http://indrakurniadi.com/memulai-bisnis-dari-bawah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 09:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrakurniadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrakurniadi.com/?p=1921</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 23 &#8211; 25 Juli yang lalu, untuk kali ketiga saya mengikuti Indonesia Internet Marketing Bootcamp di Jakarta.  Saya ga pernah bosen ikutan bootcamp, well selain untuk update ilmu, saya juga senang bisa berkumpul dengan teman2, senior dan guru yang selama ini sama2 menggeluti ... ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indrakurniadi.com/wp-content/uploads/2010/08/102518236.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1927" title="102518236" src="http://indrakurniadi.com/wp-content/uploads/2010/08/102518236-300x189.jpg" alt="" width="300" height="189" /></a>Pada tanggal 23 &#8211; 25 Juli yang lalu, untuk kali ketiga saya mengikuti <a href="http://indonesiabootcamp.com/" target="_blank">Indonesia Internet Marketing Bootcamp</a> di Jakarta.  Saya ga pernah bosen ikutan bootcamp, well selain untuk update ilmu, saya juga senang bisa berkumpul dengan teman2, senior dan guru yang selama ini sama2 menggeluti bisnis melalui internet. Belajar dari rekan2 yang sudah sukses, tapi tetap rendah hati dan mau berbagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu hal yang saya pelajari dalam setiap kumpul2 bersama orang2 sukses itu, salah satunya adalah saya bisa belajar bagaimana bisa meraih kesuksesan tersebut. Dan ternyata setelah mendengar kisah hidup mereka, saya mendapatkan kesimpulan bahwa hampir semua teman2 sukses yang saya temui pada bootcamp tersebut memulai bisnis mereka dari bawah. Yah, dari bawah, bahkan ada yg memulai dari kondisi minus alias hutang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1921"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa diantaranya, ada mas <a href="http://greatponco.wordpress.com/" target="_blank">Ponco Suhirno</a> pemilik <a href="http://www.presidentfurniture.com/" target="_blank">President Furniture</a> yang pernah jadi tukang angon sapi tapi sekarang sudah mempunyai bisnis ekspor furniture yang beromzet milyaran rupiah sebulannya. Mas <a href="http://adiarifin.asia/" target="_blank">Adi Arifin</a>, yang sekarang sudah sukses dengan bisnis rental villa online di Bali, Thailand, Vietnam dll.  Ada <a href="http://robertdarwin.org/" target="_blank">Mas Darwin</a>, Pak Maskur, Pak Frans, Pak <a href="http://1pipin.blogspot.com/" target="_blank">Pipin</a> pemilik <a href="http://www.gabeart.com/" target="_blank">Gabe Art</a>, Pak <a href="http://tontontaufik.com/" target="_blank">Tonton Taufik</a> pemilik <a href="http://www.rattanland.com/" target="_blank">Rattanland</a>, Pak Dokter Irzan yang berbisnis multimedia untuk kedokteran, semuanya memulai bisnis dari bawah. Bahkan <a href="http://seokita.com/" target="_blank">Mas Keke</a>, pemilik <a href="http://marketbiz.net/" target="_blank">MarketBiz</a> guru besar Search Engine Optimization di Indonesia sendiri dulunya adalah seorang tukang jaga warnet. Luar biasa perjuangan mereka itu, dan saya beruntung bisa mengenal mereka untuk belajar dan mengambil inspirasi dari perjalanan mereka menuju kesuksesan. Bahwa orang susah dan miskin juga berhak untuk sukses. Bahwa kesuksesan itu adalah buah dari kerja keras nan ulet, dan bukan hasil kerja singkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri juga memulai bisnis dari bawah, nyaris tanpa modal. Bagaimana bisa punya  modal sedangkan saya besar di keluarga PNS dengan penghasilan pas &#8211; pasan.  Kalo ibu saya tidak nyambi sebagai agen asuransi plus menyewakan sebagian kamar di rumah kami untuk di kostkan, mungkin saya dan adik2 saya tidak bisa kuliah. Hidup kami memang ngga susah2 banget, tapi ya bener2 pas2an. Kendaraan satu2nya keluarga kami cuma sepeda hehe. Motor dan mobil boro2. Apalagi ayah saya sakit stroke, sedangkan ibu saya sakit kanker. Lengkap sudah lah <img src='http://indrakurniadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Karena itulah saya tau betul pengorbanan orang tua saya supaya saya bisa kuliah  (apalagi saya kuliah di kampus swasta yang mahal). Makanya waktu kuliah  saya ikutan cari uang juga supaya bisa meringankan beban orang tua saya,  mulai ngasih les kimia + fisika, ngasih les gitar, apply beasiswa  Supersemar + beasiswa kerja mahasiswa, sampai magang disana &#8211; sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ternyata dari keadaan itulah saya mempunyai tekad yang kuat untuk bisa menjadi orang yang sukses, bermanfaat bagi orang lain dan memberikan penghidupan yang layak bagi orang &#8211; orang yang saya cintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Buat saya, memulai bisnis dari bawah itu akan menempa kita untuk selalu ulet dan teguh dalam mencapai kesuksesan. Dan ketika jalan menuju kesuksesan itu semakin terang benderang, kita akan lebih mudah untuk bersyukur dan menikmati perjuangan kita mencapai kesuksesan itu. Dan ingat, roda kehidupan terus bergulir. Bahwa kita mulai dari bawah, kemudian bisa merasakan kesuksesan, bukan tidak mungkin suatu saat kita harus mulai dari bawah lagi.  Jika itu terjadi, tentu kita akan lebih punya strategi untuk kembali merintis jalan menuju kesuksesan. Bukan begitu?</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrakurniadi.com/memulai-bisnis-dari-bawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

