Monthly Archives for October 2008

Jika kematian itu datang

Kemarin, waktu gw sedang dalam perjalanan ke Bandung, salah seorang temen kerja gw sms gini:”Pak, hati2 dijalan, semalem aku mimpi bapak kecelakaan”. Gosh, gw kaget dan perasaan takut mati langsung datang. Mana gw lagi di jalan tol lagi. Segala kemungkinan kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi. Batin gw bilang apakah gw siap untuk mati? Apakah amal ibadah gw bisa menolong gw untuk bisa masuk surga. Astaghfirullah.

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, dan tentu setiap manusia harus selalu siap menghadapi itu. Siap atau tidak siap. Even, Jika gw mati di usia semuda ini gw ngerasa masih banyak hal yang akan tertinggal di dunia. Masih banyak impian gw yang belum bisa terwujud dan gw masih belum merasa memberi banyak bagi keluarga, orang - orang yang gw cintai dan orang lain. Tapi taqdir adalah taqdir, no matter how, when and where. Suatu saat kita pasti akan mati.

Mungkin ini satu peringatan Tuhan buat gw untuk “kembali” ke JalanNya. Bahwa kekecewaan2 gw yang timbul akibat peristiwa2 di masa lalu itu sangat tidak berdasar.

Jika kematian itu datang, gw ingin orang - orang yang ada di sekeliling gw bisa memberikan kesaksian di penghormatan terakhir seperti ini: “Tuhan, he’s a great son, great brother, great husband, great father, great boss, great partner, and great friends” Tolong tempatkan dia di tempat yang layak di sisiMu, amin. Gw pikir, ketika orang - orang terdekat gw memberikan kesaksian seperti itu, at least gw sudah memberikan cinta, kasih sayang dan pengorbanan yang layak buat mereka.

Jadi, apakah gw siap untuk mati?

Ternyata dia tidak sesempurna yang gw pikirkan

Well, gw begitu mengagumi sosok wanita ini, she’s so smart, shalilah dan gorjes. Suatu perpaduan yang bisa membuat banyak laki - laki jatuh cinta, termasuk gw. Dan sudah sejak lama gw mengagumi wanita ini, tapi hanya bisa sebatas itu karena dia sudah menjadi milik seorang teman gw. Ketika minggu lalu gw punya kesempatan untuk bertemu, ngobrol dan berdiskusi, ternyata dia tidaklah sesempurna yang gw pikirkan. Ga usah gw ceritakan dimana letak ketidaksempurnaan dia deh. Tapi hikmah yang gw dapet adalah, ketika elo jatuh cinta dan mengagumi satu sosok wanita yang menurut elo sempurna, segeralah alihkan perasaan emosional tadi menjadi lebih rasional. Lihatlah dia apa adanya, tidak mengagumi secara membabi buta. Karena ketika ada hal yang membuat kesempurnaan itu turun, kita tidak akan pernah merasa kecewa.

Anyway, sis makasih ya sudah mengajarkan gw bahwa kesempurnaan itu tidak pernah eksis dalam tubuh seorang makhluk bernama manusia. Bahwa manusia yang mendekati kriteria sempurnapun bisa terlihat begitu semenjana. Yah, seperti misalnya ada wanita yang cantik luar biasa, pintar dan shalihah tapi menjadi “jatuh” derajat kesempurnaannya karena dia punya bau badan yang ngga sedap. Atau malah bau kaki? Ya ampyun hari gini bau kaki?

Kata pak ustadz Sanusi, kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Say, Subhanallah..

Apakah Gubernur kita sudah bekerja?

Semalam, banyak orang termasuk diantaranya gw mengalami penderitaan akibat kemacetan total di hampir seluruh jalanan ibu kota. Kemacetan itu terjadi karena ketika hujan turun banyak jalanan ibu kota yang tergenang air akibat drainase yang buruk. Ditambah kondisi beberapa ruas jalan yang buruk, maka kemacetan menjadi tidak terhindarkan. Fyuh, i was so angry dengan apa yang gw hadapi semalam. Waktu yang sangat berharga menjadi terbuang sia - sia di jalanan. But what can i say? Gw hanyalah seorang rakyat jelata (mudah2an ada aparat pemda yang baca blog gw ini ya)

Hum, pertanyaan gw adalah apakah Jakarta akan siap menghadapi musim hujan yang sudah datang ini? Apakah gubernur kita dan jajaran pemdanya sudah belajar banyak dari banjir besar yang terjadi 2 kali dalam 6 tahun terakhir ? Sampai sekarang gw belum bisa melupakan penderitaan gw pada satu malam di awal 2007, ketika gw terjebak di satu tempat karena seluruh jalanan dibanjiri air bah, saat dimana gw dan ratusan orang lainnya terpaksa melewati satu malam yang dingin karena hujan deras dan kondisi lapar. Gosh, apalagi para korban banjir ya? Waktu banjir besar 2002 yang lalu, saat gw masih mahasiswa dan ikut serta dalam posko bantuan banjir yang dikoordinasikan oleh BEM kampus, gw ngeliat dengan kepala gw sendiri bagaimana penderitaan banyak orang akibat banjir besar itu. Sangat memprihatinkan.

Nah, apakah Jakarta kita ini sudah siap menghadapi musim penghujan tahun ini? Jakarta, ibu kota negara ini memang semakin tambun dengan segala masalah yang ada sehingga tidak mampu memberikan kenyamanan bagi setiap penghuninya. Tuhan, semoga Engkau tidak mentakdirkan aku untuk menjadi penghuni kota ini sampai akhir hayat tiba, kecuali kota ini bisa memberikan kenyamanan untuk tinggal, bekerja sekaligus berlibur (hm, ini termasuk doa yang mengancam ngga ya?)